Abstrak


Tingkat Kemampuan Petani dalam Mengelola Usahatani Tembakau di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan


Oleh :
Dwi Ulyandari - H0421081 - Fak. Pertanian

Usahatani tembakau merupakan salah satu kegiatan pertanian yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Keberhasilan usahatani tembakau tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya produksi, tetapi juga oleh kemampuan petani dalam mengelola usahatani secara teknis, manajerial, dan sosial. Tingkat kemampuan petani dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang dapat mendukung atau menghambat pengelolaan usahatani. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, (2) Mengkaji tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, (3) Menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan petani dengan tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan pada penelitian ini kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Populasi penelitian berjumlah 994 petani tembakau yang tersebar di beberapa desa. Sampel penelitian sebanyak 95 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin engan alokasi sampel secara proporsional pada setiap desa, sedangkan pemilihan responden dilakukan secara purposive berdasarkan kriteria petani yang mengusahakan tembakau. Analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, transformasi data ordinal ke interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI), dan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang diteliti dengan tingkat kemampuan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani didominasi oleh petani berusia 30–40 tahun (30,5%), berpendidikan SMA (38,9%), memiliki pendidikan nonformal yang tergolong tinggi (25,3%), penerimaan pada kategori rendah (40,0%), pengalaman berusahatani lebih dari 10 tahun (33,7%), serta luas usahatani 0,25–0,50 ha (42,1%). Faktor eksternal menunjukkan bahwa informasi pasar berada pada kategori sangat tinggi (63,2%) dan peran penyuluh pertanian lapang (PPL) berada pada kategori sedang (47,4%). Tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau secara umum tergolong sangat tinggi. Kemampuan teknis berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 78,9%, kemampuan manajerial berada pada kategori sangat tinggi sebesar 84,2%, dan kemampuan sosial berada pada kategori sangat tinggi sebesar 77,9%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa petani telah mampu melaksanakan kegiatan budidaya, perencanaan usaha, pengelolaan modal, pemasaran hasil, pengambilan keputusan, serta membangun kerja sama dan jejaring sosial dalam kegiatan usahatani tembakau. Hasil analisis hubungan menggunakan uji Korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa pendidikan nonformal, dan informasi pasar memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau di Kecamatan Karangrayung. Sementara itu umur, pendidikan formal, penerimaan, pengalaman berusahatani, luas usahatani dan peran penyuluh pertanian lapang (PPL), tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kemampuan petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dan informasi pasar merupakan faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau. Oleh karema itu, bahwa peningkatan partisipasi petani dalam kegiatan pendidikan nonformal dan peningkatan akses terhadap informasi pasar dapat menjadi upaya yang mendukung peningkatan kemampuan petani dalam mengelola usahatani tembakau