Abstrak
PENGARUH TUNTUTAN PEKERJAAN DAN DUKUNGAN SOSIALPADA NIAT MENINGGALKAN PEKERJAAN :PERAN MODERASI PERCEIVED ORGANIZATIONAL TASK SUPPORT DANRESILIENSI, SERTA MEDIASI BURNOUT(Studi pada Karyawan Bagian Sewing PT. Dan Liris Sukoharjo)
Oleh :
Anezia Syaharani - S412408002 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Anezia Syaharani. S412408002. Pembimbing : Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si. PENGARUH TUNTUTAN PEKERJAAN DAN DUKUNGAN SOSIAL PADA NIAT MENINGGALKAN PEKERJAAN: PERAN MODERASI PERCEIVED ORGANIZATIONAL TASK SUPPORT DANRESILIENSI, SERTA MEDIASI BURNOUT (STUDI PADA KARYAWAN BAGIAN SEWING PT DAN LIRIS SUKOHARJO). Tesis, Surakarta : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026Tingginya tuntutan pekerjaan pada industri manufaktur berpotensimeningkatkan burnout dan mendorong munculnya niat meninggalkan pekerjaan. Namun, berbagai penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam mengenai peran sumber daya organisasi dan sumber daya personal dalam menjelaskanhubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tuntutan pekerjaan yang terdiri atas tekanan beban kerja dan interdependensi tugas terhadapburnout serta dampaknya terhadap niat meninggalkan pekerjaan. Selain itu, penelitian ini menguji peran mediasi burnout, pengaruh dukungan sosial terhadap niat meninggalkan pekerjaan, serta peran moderasi Perceived Organizational TaskSupport (POTS) dan resiliensi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 150 karyawan bagian sewing PT Dan Liris Sukoharjo yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan beban kerja daninterdependensi tugas berpengaruh positif signifikan terhadap burnout. Burnout berpengaruh positif signifikan terhadap niat meninggalkan pekerjaan, sedangkan dukungan sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap niat meninggalkanpekerjaan. Burnout juga terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara kedua dimensi tuntutan pekerjaan dengan niat meninggalkan pekerjaan. Sementara itu, POTS tidak terbukti memoderasi hubungan antara tuntutan pekerjaan dan burnout, meskipun memiliki pengaruh langsung negatif terhadap burnout. Resiliensi terbukti memoderasi hubungan antara burnout dan niat meninggalkanpekerjaan, tetapi arah moderasinya berlawanan dengan hipotesis yang diajukan, sehingga resiliensi justru memperkuat pengaruh burnout terhadap niat meninggalkan pekerjaan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa tuntutan pekerjaan meningkatkanburnout yang selanjutnya mendorong niat meninggalkan pekerjaan. Dukungan sosial berperan sebagai sumber daya yang membantu menekan niat meninggalkan pekerjaan, sedangkan dukungan organisasi lebih efektif dalam menurunkan burnout secara langsung daripada sebagai variabel moderasi. Temuan mengenai resiliensi menunjukkan bahwa sumber daya personal tidak selalu berfungsi sebagai buffering resource, melainkan dapat mendorong individu mengambil keputusan yang lebih adaptif ketika burnout berlangsung secara berkepanjangan.