Abstrak
Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Elastisitas Jasa Ekosistem Penyedia Pangan di Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah
Oleh :
Nasya Zaituna Falih - K5422057 - Fak. KIP
Nasya Zaituna
Falih. K5422057. Pembimbing: Dr. Rahning Utomowati, S.Si., M.Sc. DAMPAK
PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP ELASTISITAS JASA EKOSISTEM PENYEDIA PANGAN DI
KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH. Skripsi.
Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Surakarta, Juni 2026.Perubahan tutupan lahan yang terjadi di Kecamatan
Delanggu dapat mempengaruhi nilai jasa ekosistem penyedia pangan serta tingkat
sensitifitas ekosistem terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) menganalisis perubahan tutupan lahan di Kecamatan Delanggu tahun 2013
– 2025, (2) menganalisis nilai jasa ekosistem
penyedia pangan di Kecamatan
Delanggu berdasarkan tutupan lahan tahun 2013 – 2025, (3) menganalisis tingkat
elastisitas jasa ekosistem
penyedia pangan dalam
menghadapi perubahan tutupan lahan. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan pendekatan spasial untuk menganalisis perubahan tutupan
lahan terhadap nilai jasa ekosistem dan elastisitasnya. Data utama yang
digunakan adalah citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-2 multitemporal tahun
2013, 2015, 2020, dan 2025 menggunakan klasifikasi terbimbing untuk
menghasilkan peta tutupan lahan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan
sampel jenuh terhadap seluruh tutupan lahan. Pengumpulan data dilakukan dengan
teknik observasi dan interpretasi citra.
Teknik analisis data yang dilakukan meliputi
analisis perubahan tutupan
lahan, analisis nilai jasa ekosistem penyedia pangan, serta analisis
elastisitas jasa ekosistem
penyedia pangan. Hasil penelitian
yang dihasilkan sebagai berikut. Pertama tutupan
lahan Kecamatan Delanggu selama periode 2013-2025 didominasi oleh lahan sawah
sebagai karakteristik utama. Dinamika tutupan lahan ditandai dengan
berkurangnya lahan pertanian khususnya lahan sawah dan meningkatnya lahan
terbangun khsusunya permukiman dan industri. Perubahan paling dominan adalah
lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, meskipun lahan sawah masih menjadi jenis tutupan lahan dominan
hingga tahun 2025. Kedua nilai jasa
ekosistem penyedia pangan Kecamatan Delanggu menunjukkan kecenderungan menurun
dari 0,807 di tahun 2013 menjadi 0,755 di tahun 2025. Meskipun mengalami
penurunan, sebagian besar wilayah masih berada pada kategori tinggi dan sangat
tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekoregion dan tutupan lahan yang mendukung
pertanian. Ketiga nilai
elastisitas jasa ekosistem penyedia pangan periode 2013-2015 sebesar 0,337,
0,264 pada periode 2015-2020 dan 0,686 pada periode 2020-2025, dengan nilai
elastisitas keseluruhan 0,546. Nilai tersebut menunjukkan bahwa jasa ekosistem
penyedia pangan di Kecamatan Delanggu tergolong inelastisitas terhadap
perubahan tutupan lahan, namun menunjukkan kecenderungan semakin sensitif
terhadap perubahan tutupan lahan yang terjadi dari waktu ke waktu.