Abstrak
Analisis Kebijakan Infrastruktur, Aksesibilitas Fasilitas, Dan Pelatihan Terhadap Prestasi Atlet Pencak Silat di Provinsi Jawa Tengah
Oleh :
Ihda Diyaur Rahman - A122208004 - Fak. Keolahragaan
Penelitian
ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan infrastruktur olahraga,
mendeskripsikan aksesibilitas fasilitas latihan, mengidentifikasi sistem
pelatihan dan kompetensi pelatih, serta menjelaskan hubungan ketiganya terhadap
prestasi atlet pencak silat di Provinsi Jawa Tengah. Fokus penelitian diarahkan
pada pembinaan atlet tingkat provinsi yang dikelola Pengprov IPSI Jawa Tengah
dengan melibatkan Disporapar dan KONI sebagai pemangku kepentingan utama.Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus.
Penelitian dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui
wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan kajian dokumen. Informan berjumlah
tujuh orang yang dipilih secara purposif, meliputi perwakilan Disporapar, KONI,
Pengprov IPSI, pelatih Pelatda, pelatih PPLOP, atlet Pelatda, dan atlet PPLOP. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi,
penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa dengan
triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kebijakan infrastruktur telah memiliki dasar
regulasi melalui Perda Nomor 4 Tahun 2015 dan Perda Nomor 9 Tahun 2025, namun
implementasinya belum optimal karena kebijakan bersifat makro tanpa turunan
teknis spesifik, sehingga tidak tersedia fasilitas khusus pencak silat milik
provinsi. Aksesibilitas fasilitas belum merata karena latihan masih menggunakan
gedung serbaguna bersama yang terpusat di Kota Semarang. Sistem pelatihan telah
berjalan terstruktur dengan program fisik, teknik, taktik, dan mental yang
ditangani pelatih bersertifikat, namun keterbatasan infrastruktur menjadi
kendala berulang yang memengaruhi konsistensi latihan.Simpulan
penelitian menegaskan bahwa kebijakan infrastruktur, aksesibilitas fasilitas,
dan sistem pelatihan saling terkait dalam membentuk ekosistem pembinaan
prestasi pencak silat di Jawa Tengah. Ketiganya berkontribusi terhadap prestasi
atlet yang tercermin dari capaian konsisten di tingkat nasional. Peningkatan
prestasi berkelanjutan memerlukan penguatan regulasi turunan, pemerataan akses,
perbaikan koordinasi antarlembaga, serta pengembangan fasilitas latihan khusus
yang sesuai kebutuhan pencak silat.