Abstrak
Perancangan Earmuff Sabut Kelapa Untuk Upaya Penanganan Temporary Threshold Shift (TTS) di Industri Gamelan Mojolaban Sukoharjo
Oleh :
Aisyah Rani Sholichah - V8122007 - Sekolah Vokasi
Latar Belakang: Industri gamelan Mojolaban menghasilkan kebisingan tinggi (rata-rata 98,5 dB) yang melebihi Nilai Ambang Batas, dengan 90% pekerja mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang berat. Penggunaan alat pelindung telinga masih minim dan kurang memadai. Sabut kelapa berpotensi sebagai bahan peredam earmuff alternatif yang murah dan mudah diperoleh, namun efektivitasnya terhadap Temporary Threshold Shift (TTS) belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan earmuff sabut kelapa terhadap penurunan TTS pada pekerja di industri gamelan Mojolaban.Metode: Penelitian quasi experiment dengan desain non-equivalent control group. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 46 pekerja laki-laki, terbagi kelompok eksperimen (23) yang menggunakan earmuff sabut kelapa selama 7 hari dan kelompok kontrol (23) tanpa intervensi. TTS diukur melalui audiometri pretest-posttest, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil: Usia dan masa kerja berkorelasi positif signifikan dengan TTS. Kelompok eksperimen menunjukkan penurunan TTS signifikan pada telinga kanan dan kiri (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan TTS (p<0,001). Perbedaan TTS antar kelompok bermakna secara statistik (p<0,001) dengan effect size kategori besar (r>0,7). Simpulan: Penggunaan earmuff berbahan sabut kelapa efektif menurunkan TTS pada pekerja industri gamelan Mojolaban dan berpotensi menjadi alternatif alat pelindung telinga yang ekonomis.