Abstrak
Sistem Pengendalian Internal Pada Proses Pengajuan Asuransi Kematian di PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Surakarta
Oleh :
Vivian Maia Laurent - V0723080 - Sekolah Vokasi
Asuransi kematian merupakan salah satu program Tabungan Hari Tua (THT) yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil, Hakim dan Pejabat Negara dengan memberikan jaminan finansial kepada peserta beserta ahli warisnya, baik pada saat peserta masih aktif maupun setelah pensiun. Namun, proses pengajuan klaim asuransi kematian masih terdapat kendala mekanisme di dalam nya sehingga perlu adanya sistem pengendalian internal agar dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sistem pengendalian internal pada proses pengajuan asuransi kematian serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pengendalian internal pada proses pengajuan asuransi kematian pada unsur struktur organisasi telah dibedakan antara fungsi operasi, fungsi penyimpanan, dan fungsi akuntansi serta pembatasan akses dalam melaksanakan tugasnya. Pada unsur wewenang dan prosedur pencatatan, proses transaksi terjadi atas dasar otorisasi pejabat berwenang dengan pencatatan yang dilakukan secara otomatis dan terintegrasi melalui aplikasi SAP dan CMS BRI. Pada unsur praktik yang sehat, perusahaan menerapkan penggunaan formulir LPH, pemeriksaan secara rutin dan terjadwal, rotasi staf dan pejabat setiap dua tahun, hak cuti 12 hari per tahun, audit berjalan setiap tiga bulan, serta unit SPI yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Pada unsur karyawan dilakukan seleksi persyaratan dengan memiliki sertifikasi sesuai dengan bidang pekerjaan, serta melakukan pengembangan kompetensi melalui e-learning dan sertifikasi setiap tahunnya. Adapun kendala yang dihadapi yaitu proses penyesuaian adaptasi karyawan pada posisi jabatan baru yang mempengaruhi efektivitas sistem pengendalian internal.