Abstrak


Peran Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dalam Pembangunan Perekonomian di Pulau Lombok


Oleh :
Selfani Annur - H0822138 - Fak. Pertanian

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (PKP) memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan Pulau Lombok menyumbang 50,61% terhadap total PDRB sektor PKP provinsi pada tahun 2025. Namun, produksi sektor PKP masih terkonsentrasi di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah, sementara Kota Mataram hanya berkontribusi sebesar 2,22%, yang menunjukkan adanya peran ganda sektor tersebut sebagai penggerak ekonomi sekaligus faktor yang berpotensi memengaruhi ketimpangan pendapatan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis keunggulan sektor PKP, mengevaluasi ketimpangan wilayah dengan dan tanpa keterlibatan sektor PKP, serta menguji hubungan antara keduanya di Pulau Lombok. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder time series periode 2021 – 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ), Indeks Williamson (IW), dan Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor PKP secara agregat merupakan sektor nonbasis, tetapi menjadi sektor basis di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Indeks Williamson menunjukkan bahwa sektor PKP berperan dalam menngurangi ketimpangan wilayah, dengan penghapusan sektor tersebut meningkatkan ketimpangan dari kategori sedang menjadi tinggi. Kontribusi sektor PKP dalam mengurangi ketimpangan mencapai 22 – 24%. Sementara itu, korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif sangat kuat yang mengindikasikan perkembangan ekonomi Pulau Lombok mendekati titik balik Kurva Kuznets. Implikasi kebijakan diarahkan pada percepatan hilirisasi agroindustri, pengembangan kawasan agropolitan, penguatan keterkaitan desa-kota, serta pemerataan investasi dan infrastruktur untuk mendukung pembangunan regional yang inklusif.