Abstrak


Peran Penulis Naskah pada Produksi Film Dokumenter "Wewarah Aji Sengkolo"


Oleh :
Rizki Agustina Herwanti - V1123128 - Sekolah Vokasi

Jenang Sengkolo merupakan salah satu ubarampe dalam tradisi malam Satu Suro yang sarat akan makna filosofis dan spiritual, merepresentasikan simbol asal-usul kehidupan manusia sekaligus sarana tolak bala bagi masyarakat Jawa. Sayangnya, di tengah derasnya arus modernisasi, pemahaman generasi muda terhadap makna di balik tradisi ini kian memudar, Jenang Sengkolo lebih sering dipandang sekadar hidangan atau pelengkap ritual seremonial tanpa disertai pemahaman atas dimensi filosofinya. Keresahan atas kesenjangan pemahaman inilah yang melatarbelakangi terciptanya karya film dokumenter “Wewarah Aji Sengkolo” sebagai upaya mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan pemahaman mengenai nilai filosofis, spiritual, dan sosial yang terkandung dalam Jenang Sengkolo kepada masyarakat luas. Karya ini diproduksi menggunakan pendekatan ekspositoris dengan gaya penuturan yang serius namun tetap puitis, agar penonton dapat merasakan kekhidmatan sekaligus kedalaman makna filosofis. Dalam proses produksinya, penulis berperan sebagai penulis naskah yang bertanggung jawab menyusun struktur narasi film, mulai dari riset bersama narasumber, penyusunan film treatment, penulisan narasi voice over, hingga penyesuaian narasi pada tahap pascaproduksi. Produksi film ini turut melibatkan lima narasumber, yaitu Dr. Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A. (filolog), Rendra Agusta, S.S., M.Sos. (budayawan), Dr. Deria Adi Wijaya, S.ST.Par., M.Sc. (akademisi pariwisata), Wiwik (Penjual Jenang), dan generasi muda, yang masing-masing memberikan perspektifnya masing-masing terhadap Jenang Sengkolo. Melalui film dokumenter ini, diharapkan masyarakat luas, khususnya generasi muda, dapat lebih menghargai kekayaan filosofi yang terkandung dalam Jenang Sengkolo sebagai bagian dari warisan budaya Jawa. Karya ini juga diharapkan mampu membuka potensi Jenang Sengkolo sebagai daya tarik wisata kuliner Kota Solo, sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan karya dokumenter budaya serupa di masa mendatang.