;

Abstrak


Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Wisata Pantai Rawan Kecelakaan Dalam Wilayah Kab. Bangka


Oleh :
Ramdhani Sujatmiko - S022502040 - Fak. Kedokteran

ABSTRAKWisata pantai memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan gangguan kesehatan bagi wisatawan maupun pekerja/pengelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada aktivitas wisata pantai serta mengevaluasi dan merumuskan pengendalian risiko yang sesuai dengan karakteristik destinasi di Kabupaten Bangka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Pantai Pukan, Pantai Parai, Pantai Batu Belubang, dan Pantai Matras pada Februari–Maret 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, dan kuesioner masyarakat sebagai data pendukung. Analisis risiko dilakukan melalui tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko dengan pendekatan HIRARC, matriks risiko, komponen 5M (Man, Machine, Method, Material, Money), serta mengacu pada Permenpar No. 6 Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber bahaya meliputi faktor fisik, lingkungan, biologis, perilaku manusia, dan cuaca ekstrem, dengan potensi risiko berupa terseret ombak atau arus, tenggelam, terpeleset, luka akibat karang atau benda tajam, sengatan biota laut, dehidrasi, dan heat stress. Tingkat risiko bervariasi dari rendah hingga ekstrem. Risiko ekstrem tertinggi ditemukan pada aktivitas cuaca ekstrem di Pantai Pukan dengan nilai 12, aktivitas berenang di Pantai Parai dengan nilai 16, aktivitas memancing dan berenang di Pantai Batu Belubang dengan nilai masing-masing 16 dan 12, serta aktivitas berenang di Pantai Matras dengan nilai 25. Secara keseluruhan, terdapat 5 aktivitas (13,9%) dengan risiko ekstrem dan 18 aktivitas (50%) dengan risiko tinggi. Hasil pendukung dari masyarakat menunjukkan pengetahuan K3 berada pada kategori baik dengan mean 3,37–3,63, persepsi risiko K3 berada pada kategori baik dengan mean 3,43–3,70, sedangkan sikap terhadap K3 berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan mean 3,10–4,43. Pengendalian risiko perlu diperkuat melalui penyediaan rambu dan pembatas area berbahaya, zona aman, jalur evakuasi, fasilitas penyelamatan dan P3K, peningkatan pengawasan/lifeguard, penerapan SOP, edukasi dan pelatihan keselamatan, serta penyediaan anggaran K3. Pendekatan pengendalian yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk menurunkan risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan serta mendukung terciptanya wisata pantai yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Bangka.