Abstrak


Desain Interior Islamic Center dengan Konsep Biophilic di Yogyakarta


Oleh :
Annisa Salma Azzahra - C0822010 - Fak. Seni Rupa dan Desain

Islamic Center di Yogyakarta selama ini masih berorientasi pada fungsi ibadah dan belum sepenuhnya mewadahi kegiatan edukasi maupun interaksi sosial secara terpadu, sementara aspek kenyamanan visual, termal, dan psikologis pada ruang keagamaan umumnya kurang diperhatikan. Padahal kawasan Kaliurang memiliki potensi iklim dan vegetasi yang mendukung penerapan desain berbasis alam. Penelitian ini bertujuan menghasilkan desain interior Islamic Center yang menerapkan prinsip biophilic design sekaligus menjadi wadah kegiatan keagamaan, edukasi, dan sosial masyarakat di Yogyakarta. Perancangan menggunakan tahapan desain Ballast (1992), meliputi observasi, wawancara, survei, dan programming, pada tiga objek studi pembanding, yaitu Masjid Salman ITB, PUSDAI Jawa Barat, dan Islamic Center UAD, untuk merumuskan kebutuhan ruang dan konsep desain. Hasil perancangan menunjukkan biophilic design diterapkan melalui dua prinsip, yaitu direct experience of nature dan indirect experience of nature yang diwujudkan melalui pencahayaan dan penghawaan alami, material kayu dan batu alam, palet warna natural, serta perpaduan bentuk persegi dengan lengkung lembut. Zonasi ruang disusun hierarkis dari area publik hingga sakral, dengan ruang ibadah berorientasi kiblat. Interior Islamic Center yang dihasilkan menghadirkan suasana tenang bagi ibadah sekaligus mendukung fungsi edukasi dan sosial melalui perpustakaan, co-working space, dan auditorium yang terbuka bagi masyarakat umum.