Abstrak
PERGESERAN BENTUK DAN MAKNA PADA TERJEMAHAN JUMLAH ISMIYYAH DAN FI’LIYYAH DALAM WEBSITE BERITA AL ARABIIYA NET
Oleh :
Adam Fakhriza Albarru - B0522082 - Fak. Ilmu Budaya
ABSTRAK Adam Fakhriza Albarru. B0522082 2026.
Pergeseran Bentuk Dan Makna Pada Terjemahan Jumlah Ismiyyah Dan Fi’liyyah
Dalam Website Berita Al Arabiiya Net. Skripsi: Program Studi Sastra
Arab. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penelitian ini mengkaji pergeseran
bentuk dan makna pada terjemahan jumlah ismiyyah dan jumlah fi'liyyah
dalam website berita Al-Arabiyya.net, tepatnya pada berita yang berjudul
Aṣ-Ṣīnu
tuṭliqu taʾsyīratan jadīdatan li-jaḏbi al-mawāhibi at-tiqniyyati al-ajnabiyyati
baʿda raf‘i Amīrikā rusūma H-1B yang dipublikasikan pada tanggal 29
September 2025. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan pergeseran bentuk dan makna, mengidentifikasi teknik
terjemahan, serta mendeskripsikan kualitas terjemahan yang dihasilkan oleh fitur
terjemahan otomatis pada teks berita tersebut. Metode yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak catat,
kuesioner, dan validasi data. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman (1992) serta model Spradley (1997). Teori pergeseran terjemahan
mengacu pada Simatupang (1999) dan Catford (1965), teori teknik terjemahan
mengacu pada Molina dan Albir (2002), serta teori kualitas terjemahan mengacu
pada Nababan (2012).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ditemukan 45 data pergeseran terjemahan, yang terdiri atas: 1.) pergeseran
bentuk sebanyak 29 data meliputi: a. pergeseran tataran sintaksis 13 data
(44,83%), b. pergeseran kelas kata 13 data (44,83%), c. pergeseran tataran
morfem 3 data (10,34%); 2.)pergeseran makna sebanyak 16 data meliputi: a.
pergeseran makna semantik umum ke khusus 7 data (43,75%), b. pergeseran makna
semantik khusus ke umum 1 data (6,25%), c. pergeseran makna perbedaan sudut
pandang atau budaya 8 data (50,00%). Pada teknik terjemahan, ditemukan 6 teknik
dengan total 50 data, yaitu teknik transposisi 20 data (40,82%), padanan lazim 12
data (24,49%), modulasi 7 data (14,29%), partikularisasi 6 data (12,24%),
reduksi 3 data (6,12%), dan generalisasi 2 data (4,00%). Adapun kualitas
terjemahan menghasilkan nilai rata-rata akhir sebesar 2,66 yang tergolong
berkategori tinggi, dengan rincian aspek keakuratan 2,52, aspek keberterimaan
2,80, dan aspek keterbacaan 2,81. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
terdapat keterkaitan erat antara pergeseran terjemahan, teknik terjemahan, dan
kualitas terjemahan, di mana ketepatan penerapan teknik terjemahan menjadi
faktor penentu dalam menghasilkan terjemahan yang akurat, berterima, dan
memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.