Abstrak
Analisis Implementasi Kebijakan Ketenagakerjaan Pemerintah Daerah Sukoharjo dalam Penanggulangan Pengangguran Pasca Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)
Oleh :
Ardio Risky Karunia - V8022021 - Sekolah Vokasi
Kepailitan PT Sritex mengakibatkan pemutusan hubungan kerja terhadap 10.669
pekerja dan mendorong kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten
Sukoharjo dari 3,65% pada tahun 2024 menjadi 4,32% pada 2025 menurut data dari
BPS Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi
kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo dalam penanggulangan
pengangguran pasca kepailitan tersebut beserta hambatannya. Penelitian menggunakan
metode pendekatan kualitatif melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian
dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III (1980)
yang mencakup 4 dimensi, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur
birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Daerah menjalankan 3 program
penanggulangan berupa jangka pendek, menengah, dan panjang seperti fasilitasi
Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Jaminan Hari Tua, penyaluran bantuan pangan,
penyelenggaraan job fair, pelatihan Balai Latihan Kerja, pengembangan klaster
UMKM, dan penguatan iklim investasi. Namun, implementasi belum berhasil karena
dari 4 dimensi teori Edwards III tidak ada yang terpenuhi dengan baik. Terdapat 2
hambatan implementasi, yaitu hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal
adalah ketiadaan SOP khusus dan pergantian pimpinan, lemahnya fungsi pembelaan,
keterbatasan informasi lowongan kerja, sarana pelatihan, dan basis data pekerja
terdampak. Hambatan eksternal adalah keterbatasan literasi digital, pemotongan
anggaran oleh pusat, ketiadaan tenggat penyelesaian oleh kurator dan pengadilan niaga,
lambatnya lelang aset, dan struktur demografi usia lanjut.