Abstrak


Bentuk dan Pengelolaan Modal Budaya dalam Keluarga Siswa Berprestasi di SMA Negeri 3 Surakarta


Oleh :
Difa Yuristika Bilqist - K8422023 - Fak. KIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keluarga sebagai agen sosialisasi dalam membentuk modal budaya yang mendukung keberhasilan siswa. Prestasi siswa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individual, tetapi juga dipengaruhi oleh sumber daya budaya yang diperoleh dan dikembangkan dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pengelolaan modal budaya dalam keluarga siswa berprestasi di SMA Negeri 3 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori modal budaya Pierre Bourdieu yang mencakup modal budaya terwujud (embodied cultural capital), terobjektifikasi (objectified cultural capital), terinstitusionalisasi (institutionalized cultural capital). Informan penelitian terdiri dari enam siswa berprestasi, enam orang tua, dan guru. Data diperoleh melalui wawancara dan dianalisis menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal budaya terwujud dikelola keluarga melalui rutinitas, interaksi, dan pengembangan, yang meliputi pembiasaan akademik dan disiplin belajar, interaksi pendidikan, penanaman nilai tanggung jawab, kemandirian, religiusitas, dan pengembangan minat siswa. Modal budaya terobjektifikasi dikelola melalui penyediaan dan pemanfaatan fasilitas berupa HP, laptop, internet, buku dan les sebagai sumber belajar untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa. Sementara itu, modal budaya terinstitusionalisasi terlihat melalui penghargaan, piagam, dan prestasi sebagai bentuk pengakuan dan legitimasi terhadap kemampuan siswa. Ketiga bentuk modal budaya tersebut saling berkaitan dalam mendukung proses pendidikan dan pencapaian siswa. Dengan demikian, keluarga memiliki peran dalam membentuk, menyediakan, mengembangkan, dan mengarahkan modal budaya sesuai dengan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung keberhasilan pendidikan siswa.