Abstrak


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERASOSIASI DENGAN KEPUTUSAN PETANI JAMUR MENGIKUTI KEMITRAAN KELOMPOK TANI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


Oleh :
Lopina Greace Hutabarat - H0822081 - Fak. Pertanian

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan komoditas hortikultura unggulan yang menempati peringkat kelima penghasil jamur tiram nasional pada 2024 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan produksi yang meningkat dari 6.168,33 kw (2023) menjadi 16.037,99 kw (2024), di mana kemitraan kelompok tani menjadi salah satu strategi penting untuk memberikan kepastian pasar dan harga, dukungan sarana produksi, serta pendampingan teknis bagi petani, meskipun tidak semua petani jamur memilih untuk bergabung dalam kemitraan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berasosiasi dengan keputusan petani jamur mengikuti kemitraan kelompok tani di DIY serta mengidentifikasi faktor yang paling kuat berasosiasi dengan keputusan tersebut. Metode dasar penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan analitik, sementara penentuan lokasi dilakukan secara purposive di DIY karena memiliki keragaman topografi dan agroklimat yang mendukung budidaya jamur. Jumlah sampel penelitian sebanyak 34 responden petani jamur dengan penarikan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Sumber data penelitian berasal dari data primer dan data sekunder, yang dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari usia (X1), tingkat pendidikan (X2), penerimaan (X3), pengalaman usahatani jamur (X4), dan status pekerjaan utama (X5), sedangkan variabel dependennya adalah keputusan petani mengikuti kemitraan kelompok tani (Y). Hasil uji kelayakan model (Goodness of Fit) menunjukkan nilai Pearsonchi2(28) sebesar 32,72 dengan probabilitas 0,2462 (>0,05), sehingga model dinyatakan fit atau sesuai dengan data. Hasil uji simultan (Likelihood Ratio) menunjukkan nilai LR chi2(5) sebesar 26,57 dengan probabilitas 0,0001 (<0,05), yang berarti kelima variabel independen secara bersama-sama berasosiasi signifikan dengan keputusan petani mengikuti kemitraan, dengan nilai Pseudo R-Square (McFadden's) sebesar 0,5636. Secara parsial (uji Wald), variabel penerimaan dan pengalaman usahatani jamur terbukti berasosiasi signifikan dan positif dengan keputusan petani mengikuti kemitraan pada taraf nyata 5%, sedangkan variabel usia berasosiasi signifikan dan positif pada taraf nyata 10%. Adapun variabel tingkat pendidikan dan status pekerjaan utama tidak menunjukkan asosiasi yang signifikan. Faktor yang paling kuat berasosiasi dengan keputusan petani mengikuti kemitraan kelompok tani adalah pengalaman usahatani jamur.