Indonesia sebagai salah satu negara tropis memiliki komoditas hortikultura yang digemari masyarakat luas. Salah satu komoditas hortikultura tersebut adalah paprika (Capsicum annuum var. Grossum). Paprika merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena potensinya sebagai komoditas ekspor. Pada umumnya paprika digunakan sebagai penyedap atau bahan masakan. Paprika dinilai sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena jumlah pasokannya lebih kecil dibandingkan permintaan. Oleh karena itu, peningkatan budidaya paprika perlu dilakukan agar meningkatkan hasil produksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan seed priming atau priming biji. Pada penelitian ini, priming biji dilakukan dengan menggunakan larutan hormon giberelin karena hormon ini berperan sebagai pendorong pertumbuhan biji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian giberelin terhadap karakteristik dan perkecambahan biji paprika.
Penelitian ini merupakan penelitian Rancangan Acak Lengkap di laboratorium. Biji paprika yang digunakan adalah biji yang telah mengalami masa penyimpanan. Konsentrasi larutan hormon giberelin yang digunakan adalah 0, 30, 60, 90, dan 120 ppm. Biji paprika direndam dalam larutan hormon giberelin sesuai perlakuan selama 48 jam lalu biji dibilas dan dikeringanginkan. Kemudian biji paprika yang sudah dipriming dipindah ke media perkecambahan yang berupa cawan plastik dengan kertas saring yang sudah dibasahi dengan 10 mL akuades. Perkecambahan berlangsung selama 7 hari. Setiap perlakuan memiliki 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah parameter biji sebelum pemberian giberelin dan parameter perkecambahan sesudah pemberian giberelin berbagai konsentrasi. Parameter biji sebelum pemberian giberelin meliputi ukuran dan berat biji, sedangkan parameter perkecambahan usai pemberian giberelin meliputi berat dan ukuran kecambah, waktu munculnya kecambah, laju imbibisi, persentase perkecambahan, dan laju perkecambahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap persentase perkecambahan. Perlakuan yang paling efektif untuk meningkatkan persentase perkecambahan biji paprika adalah dengan pemberian giberelin 120 ppm, di mana menunjukkan persentase perkecambahan 60%, lebih tinggi dibanding perlakuan 0, 30, dan 60 ppm, yaitu 0%, serta perlakuan 90 ppm, yaitu 20%.
Kata Kunci: paprika, seed priming, giberelin, perkecambahan, karakteristik biji