Abstrak
ANALISIS LITERASI SAINS SISWA KELAS XI MAN 1 KARANGANYAR PADA MATERI ASAM BASA MENGGUNAKAN SOAL SAINS BERBASIS NARASI ETNOSAINS
Oleh :
Najwa Akmalunisa - K3322073 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kemampuan literasi sains siswa kelas XI MA N 1 Karanganyar pada materi asam
basa melalui soal sains dengan bacaan berbasis etnosains (jamu kunyit asam,
pewarnaan batik, dan pencucian lerak) pada tiga aspek kompetensi PISA, yaitu
menjelaskan fenomena ilmiah (K1), mengevaluasi dan merancang penyelidikan
ilmiah (K2), serta menafsirkan data dan bukti ilmiah (K3), untuk mendapatkan
profil literasi sains siswa secara keseluruhan, serta menganalisis hubungan
antaraspek kemampuan literasi sains tersebut. Penelitian ini menggunakan
pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial
eksploratori (exploratory sequential design), di mana data kualitatif
berkedudukan dominan sebagai dasar pemahaman awal, kemudian dilanjutkan dengan
pengumpulan data kuantitatif untuk memetakan capaian secara lebih luas dan
terukur. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap
subjek terpilih secara purposive, dilanjutkan dengan tes literasi sains yang
diberikan kepada seluruh siswa pada populasi terjangkau (100 siswa kelas XI-A,
XI-B, dan XI-C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa pada aspek
K1 tergolong sangat tinggi (67% siswa pada kategori sangat tinggi), aspek K2
juga tergolong sangat tinggi (53% kategori sangat tinggi dan 38% kategori
tinggi), sedangkan aspek K3 menjadi kompetensi dengan capaian terendah, dengan
mayoritas siswa (52%) berada pada kategori sedang dan tidak ada siswa yang
mencapai kategori sangat tinggi. Secara keseluruhan, profil literasi sains
siswa tergolong tinggi dengan rata-rata capaian 67,70%, meskipun penguasaan
antarkompetensi belum merata. Analisis korelasi menunjukkan hubungan signifikan
antara K1 dan K3 serta antara ketiga kompetensi terhadap skor total, dengan K3
memiliki hubungan paling kuat terhadap capaian literasi sains secara
keseluruhan (rs = 0,771), sementara hubungan antara K1–K2 dan K2–K3 tidak
signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketiga kompetensi literasi sains
berkembang secara relatif independen sehingga memerlukan strategi pembelajaran
yang berbeda untuk masing-masing aspek, terutama penguatan pada aspek
menafsirkan data dan bukti ilmiah.