Abstrak


PENGEMBANGAN DESTINASI KAMPUNG BATIK LAWEYAN UNTUK MENINGKATKAN KUANTITAS KUNJUNGAN WISATAWAN


Oleh :
Ridho Bagus Saputra - V0223063 - Sekolah Vokasi

Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kota Surakarta yang memiliki nilai sejarah serta dikenal sebagai sentra batik yang ada di Kota Surakarta. Meskipun memiliki potensi yang besar, masih terdapat beberapa kendala yang dapat memengaruhi kuantitas kunjungan wisatawan, seperti keterbatasan lahan parkir, toilet umum yang belum memadai, serta akses di dalam kawasan yang masih sempit. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi komponen 4A yang meliputi atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, serta mengetahui upaya pengembangannya dalam meningkatka n kuantitas kunjungan wisatawan di Kampung Batik Laweyan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini terdiri dari pengelola Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan (FPKBL), pelaku ekonomi atau pemilik showroom batik, wisatawan, danwarga lokal. Analisis datamenggunakan SWOTuntuk merumuskan upaya pengembangan destinasi wisata. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui komponen SWOT sehingga diperoleh gambaran mengenai kondisi pengembangan komponen 4A di Kampung Batik Laweyan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen 4A di Kampung Batik Laweyan secara umum sudah mampu mendukung aktivitas wisata. Atraksi menjadi komponen yang paling unggul karena menawarkan berbagai kegiatan seperti wisata edukasi membatik, wisata sejarah, wisata religi, wisata belanja, wisata kuliner, serta spot foto. Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini sudah mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, namun kondisi gang yang sempit masih menjadi kendala bagi wisatawan. Sementara itu, amenitas seperti showroom, penginapan, tempat makan, dan pusat informasi wisata sudah tersedia, tetapi fasilitas umum seperti toilet dan lahan parkir masih perlu ditingkatkan. Berbagai upaya pengembangan juga telah dilakukan oleh FPKBL dan pelaku ekonomi melalui penambahan atraksi, promosi, kerja sama dengan berbagai pihak, serta peningkatan pelayanan kepada wisatawan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kampung Batik Laweyan memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya. Komponen atraksi menjadi kekuatan utama yang mampu menarik wisatawan, sedangkan aksesibilitas dan amenitas masih memerluka n pengembangan, terutama pada penyediaan lahan parkir, toilet umum, dan penataan akses di dalam kawasan. Pengembangan komponen 4A diharapkan dapat meningkatkan kuantitas kunjungan wisatawan sehingga Kampung Batik Laweyan tetap menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kota Surakarta.