Abstrak


ANALISIS KENDALA DISTRIBUSI BERAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN FISHBONE PADA PERUM BULOG KANTOR CABANG SURAKARTA


Oleh :
Shafa Aura Faradina - V1223060 - Sekolah Vokasi

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses distribusi beras, menganalisis faktor-faktor penyebab kendala distribusi menggunakan pendekatan Fishbone, serta menyusun alternatif perbaikan yang dapat diterapkan di Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data primer diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan Wakil Kepala Cabang dan Kepala Gudang Ngabeyan, serta hasil observasi selama pelaksanaan magang. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan melalui dokumentasi operasional, meliputi Sales Order, dokumen barang masuk dan keluar, serta Berita Acara Pengiriman. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi beras dilaksanakan melalui beberapa saluran, yaitu program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada Rumah Pangan Kita (RPK), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Toko SRC, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta ritel modern melalui PT Rajawali Nusindo. Proses distribusi diawali dari penerimaan dan verifikasi pesanan hingga tahap pengiriman atau pengambilan oleh mitra. Berdasarkan analisis Fishbone, kendala distribusi dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu manusia yang berkaitan dengan keterbatasan personel dan tingginya beban koordinasi, metode berupa penjadwalan serta plotting armada yang masih dilakukan secara manual, material yang berkaitan dengan persebaran dan kesiapan stok, mesin atau sarana berupa keterbatasan jumlah kendaraan operasional, serta lingkungan yang mencakup luasnya wilayah layanan dan penyesuaian terhadap jadwal program pemerintah. Berdasarkan temuan tersebut, alternatif perbaikan yang diusulkan meliputi penunjukan koordinator distribusi harian, penyusunan jadwal distribusi secara terpadu, pemetaan stok siap salur pada setiap gudang, pengelompokan rute distribusi berdasarkan wilayah, serta evaluasi kebutuhan penambahan armada pada periode distribusi dengan volume tinggi.