Abstrak


Populasi, Karakteristik Habitat, dan Prediksi Distribusi Anggrek Kasut Hijau (Paphiopedilum javanicum (Reinw. ex Lindl.) Pfitzer) di Taman Nasional Gunung Merbabu


Oleh :
Suryastawa Widyastri - H1022088 - Fak. Pertanian

Paphiopedilum javanicum (anggrek kasut hijau) merupakan anggrek terestrial berstatus Endangered yang populasinya terus menurun akibat perdagangan ilegal, eksploitasi, dan degradasi habitat. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan salah satu habitat alaminya, namun informasi mengenai populasi, karakteristik habitat, dan distribusi potensial spesies ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis populasi, karakteristik habitat, dan memprediksi distribusi potensial P. javanicum di TNGMb. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Maret 2026 di Resort Wonolelo menggunakan metode survei eksploratif dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif, sedangkan distribusi potensial dimodelkan menggunakan MaxEnt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi P. javanicum berjumlah 156 individu dengan pola sebaran mengelompok (clumped) dan didominasi fase vegetatif (99,36%). Spesies ini ditemukan pada habitat dengan topografi landai hingga terjal, ketinggian 1.383–1.577 mdpl dengan suhu udara 20,4–28,9°C, kelembapan udara 57–97%, intensitas cahaya 359–5.836 lux, suhu tanah 17,1–21,5°C, pH tanah 6,0–6,6, kelembapan tanah 15–60%, dan ketebalan serasah 2–11 cm. Kondisi habitat umumnya terbuka dengan tutupan kanopi jarang dan didominasi tumbuhan bawah. Pemodelan MaxEnt menunjukkan bahwa habitat yang sesuai hanya mencakup 8,45% kawasan TNGMb, sedangkan 91,55% tergolong tidak sesuai. Variabel dengan kontribusi tertinggi pada pembentukan model yaitu isotermalitas (35,3%), diikuti jarak dari sungai (23,1%), ketinggian (18,4%), penggunaan lahan (12,1%), curah hujan tahunan (6,5%), curah hujan kuartal terhangat (2,2%), kemiringan masing-masing sebesar (2,2), jarak dari jalan (0,2%), dan NDVI (0,2%).