Abstrak
Analisis Tingkat Penerapan Nilai "IPAN" sebagai Corporate Culture di Divisi HRM PT PB
Oleh :
Adi Putra Maulana - V0723003 - Sekolah Vokasi
Budaya organisasi
merupakan nilai dan pedoman yang digunakan perusahaan untuk mengarahkan
perilaku karyawan dalam menjalankan pekerjaan. PT PB menerapkan IPAN yang
terdiri atas Integrity, Passion, Action, dan Nationalism sebagai corporate
culture perusahaan. Nilai tersebut menjadi pedoman bagi karyawan dalam
menjaga etika, melaksanakan tanggung jawab, mencapai target, dan membangun
kepedulian terhadap lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan tingkat penerapan nilai IPAN sebagai corporate culture
pada karyawan Divisi HRM PT PB. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner
dan dokumentasi. Populasi penelitian berjumlah 30 karyawan Divisi HRM yang
berasal dari HRM Development, HRM Operations, dan HRM Community
Development. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh
sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden penelitian. Kuesioner
terdiri atas 16 pernyataan yang diukur menggunakan skala Likert lima tingkat.
Data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji validitas dan
reliabilitas, serta analisis mean, grand mean, dan kategorisasi skala
Likert untuk mengetahui tingkat penerapan nilai IPAN. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan IPAN secara keseluruhan termasuk
dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 4,37. Indikator Integrity
memperoleh nilai rata-rata 4,63, Passion sebesar 3,99, Action
sebesar 4,38, dan Nationalism sebesar 4,47. Dimensi Integrity
memperoleh nilai rata-rata tertinggi, sedangkan Passion memperoleh nilai
terendah. Item dengan nilai tertinggi adalah menjaga kerahasiaan data penting
perusahaan sebesar 4,83, sedangkan nilai terendah adalah meluangkan waktu di
luar jam kerja untuk pengembangan diri sebesar 3,53. Secara keseluruhan,
penerapan IPAN pada karyawan Divisi HRM PT PB dinilai sangat baik, meskipun
aspek pengembangan diri, penyampaian masukan, dan keterlibatan dalam program
sosial masih dapat ditingkatkan.