Abstrak


Perubahan Orientasi Politik Luar Negeri Kepulauan Solomon terhadap Australia dan Tiongkok Tahun 2019-2024


Oleh :
Atika Hapsari - D0419010 - Fak. ISIP

Penelitian ini mengkaji fenomena pergeseran arah kebijakan luar negeri Kepulauan Solomon pada periode 2019-2024. Isu utama yang diteliti adalah keputusan Pemerintah Kepulauan Solomon di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Manasseh Sogavare yang mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Tiongkok pada September 2019, lalu disusul dengan penandatanganan pakta kerja sama keamanan dengan Tiongkok pada April 2022. Langkah diplomasi ini memicu ketegangan geopolitik dengan mitra keamanan tradisionalnya, Australia, yang mengkhawatirkan potensi militerisasi dan penguatan pengaruh Tiongkok di kawasan Pasifik Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan orientasi politik luar negeri Kepulauan Solomon terhadap Australia dan Tiongkok dalam kurun waktu 2019-2024 menggunakan kerangka Regional Security Complex Theory (RSCT). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Unit analisis dalam penelitian ini adalah perubahan kebijakan luar negeri Kepulauan Solomon terhadap Australia dan Tiongkok tahun 2019-2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari dokumen resmi, artikel jurnal, buku, berita, dan pernyataan resmi pemerintah yang dikumpulkan melalui studi pustaka dengan teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi data. Sementara itu, teknik analisis data dijalankan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil analisis berdasarkan empat aspek RSCT menunjukkan bahwa secara boundary, keterlibatan Tiongkok menggeser jangkauan batas luar pengaruh di kawasan Pasifik Selatan. Secara anarchic structure, ketiadaan otoritas supranasional di kawasan membuat Kepulauan Solomon bermanuver bebas dalam rangka mempertahankan eksistensi stabilitas nasionalnya. Secara polarity, menguatnya pengaruh Tiongkok menggeser struktur polaritas yang semula unipolaritas lokal dengan Australia sebagai aktor tradisional menjadi bipolaritas regional. Serta secara social construction, terbentuknya kemitraan baru (amity) antara Kepulauan Solomon dan Tiongkok secara langsung memicu ketegangan (enmity) dengan Australia, yang didorong oleh persepsi ancaman dan persaingan pengaruh di dalam sistem kawasan yang anarkis.