Abstrak
Kepemimpinan Transformasional dalam Pemberantasan Korupsi: Perbandingan Western dan Non-Western Public Administration serta Relevansinya bagi Indonesia
Oleh :
Dohan Cena Hikhmal Maulana - D0122033 - Fak. ISIP
Korupsi masih menjadi salah satu persoalan utama
dalam administrasi publik Indonesia. Meskipun berbagai reformasi birokrasi dan
kebijakan antikorupsi telah dilaksanakan, skor Corruption Perceptions Index
(CPI) Indonesia masih menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Kondisi
tersebut mengindikasikan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya
mengandalkan perbaikan sistem dan kelembagaan, tetapi juga memerlukan
kepemimpinan yang mampu mendorong perubahan budaya birokrasi secara
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kepemimpinan
transformasional dalam pemberantasan korupsi oleh pemimpin dari tradisi Western
Public Administration dan Non-Western Public Administration, serta
mengkaji relevansinya bagi Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) dan desain
komparatif. Analisis dilakukan melalui studi literatur, analisis bibliometrik,
serta kerangka transformational leadership yang meliputi idealized
influence, inspirational motivation, intellectual stimulation,
dan individualized consideration. Tokoh yang dianalisis meliputi Lee
Kuan Yew (Singapura), Mikheil Saakashvili (Georgia), Xi Jinping (Tiongkok),
Levy Mwanawasa (Zambia), Paul Kagame (Rwanda), Joko Widodo (Indonesia), dan Ma
Ying-jeou (Taiwan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh tokoh memenuhi
dimensi kepemimpinan transformasional, namun menerapkannya melalui strategi
yang berbeda sesuai konteks administrasi publik masing-masing negara. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya
ditentukan oleh kekuatan regulasi, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam
membangun visi perubahan, mengubah budaya birokrasi, memobilisasi dukungan
publik, dan menjaga konsistensi reformasi kelembagaan. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa model kepemimpinan transformasional yang relevan bagi
Indonesia adalah kepemimpinan hibrida yang mengombinasikan keteladanan
integritas dan meritokrasi sebagaimana ditunjukkan Lee Kuan Yew dan Paul Kagame,
keberanian melakukan reformasi birokrasi secara mendasar seperti Mikheil
Saakashvili dan Ma Ying-jeou, ketegasan penegakan hukum dan konsistensi
kebijakan sebagaimana diterapkan Xi Jinping, serta legitimasi moral dan
keberanian politik dalam menindak elite korup sebagaimana dicontohkan Levy
Mwanawasa.