Abstrak
KETIDAKMAMPUAN BERKENDARA SEBAGAI PARADOKS KEHIDUPAN MOBILITAS MODERN DALAM KARYA SENI GRAFIS
Oleh :
Rohman - C0622044 - Fak. Seni Rupa dan Desain
Rohman. C0622044. 2026. Ketidakmampuan Berkendara Sebagai Paradoks Kehidupan Mobilitas Modern dalam Karya Seni Grafis. Skripsi S-1 (Minat Penciptaan Seni), Program Studi Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret.Kehidupan masyarakat kontemporer yang dipengaruhi oleh percepatan dan perpindahan ruang dan waktu sehingga membentuk cara pandang, perilaku serta pandangan visual manusia terhadap realitas sosial dunia saat ini. fenomena ini membuat kehidupan menuntut terus bergerak, diiringi dengan realitas sosial yang berbeda-beda, tidak setiap orang memiliki akses atau kemampuan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Kehidupan mobilitas modern memberikan kebebasan beriringan dengan menciptakan keterbatasan dan ketergantungan dalam kehidupan sosial yang konsumtif di mana tuntutan dinamis dan ketergantungan mempunyai transportasi pribadi sebagai penanda status sosial dan keberfungsian seseorang dalam sistem kehidupan mobilitas modern yang serba cepat. Hal tersebut menjadi landasan utama dalam penciptaan karya seni grafis yang bertujuan merefleksikan pandangan serta gagasan personal terhadap kehidupan mobilitas modern. Penciptaan karya dilakukan pendekatan secara personal yang mencakup pengumpulan ide, observasi peristiwa, eksplorasi dan perwujudan karya. Teknik cetak datar dipilih untuk menghasilkan cetakan yang tajam sesuai gambar ilustrasi digital yang dibuat pada komputer.Lima karya yang dihasilkan menceritakan pengalaman personal terhadap kehidupan mobilitas modern sebagai seorang yang tidak memiliki kemampuan berkendara serta seorang pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Setiap karya mewakili emosi pencipta yang tidak diungkapkan dengan ucapan dan menjadi sarana reflektif pengalaman personal sebagai bentuk rasa penasaran dan sarana pembelajaran.