Abstrak
Penggunaan Biochar sebagai Microbial Fuel Cell (MFC) dan Pengaruhnya terhadap Emisi CH₄ dan C-Organik pada Tanah yang Dikombinasikan dengan Pupuk Kompos
Oleh :
Atiatu Kiky Lu'lu'a - H0222023 - Fak. Pertanian
Emisi metana (CH₄) dari budidaya padi
sawah tergenang merupakan salah satu penyumbang utama gas rumah kaca yang mempengaruhi
perubahan iklim global, sementara kandungan C-organik tanah berperan penting
dalam menjaga kesuburan dan struktur tanah sawah. Penelitian ini bertujuan
mengetahui pengaruh penggunaan microbial fuel cell (MFC) berbahan
biochar kayu, bonggol jagung, dan eceng gondok yang dikombinasikan dengan pupuk
kompos terhadap emisi CH₄ dan kandungan C-organik tanah sawah. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Mei-November 2025 di Rumah Kaca Laboratorium Pertanian,
Jumantono dan Analisis dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah,
Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, serta analisis gas CH₄ dilakukan
di Gifu University. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktorial dua faktor, yaitu jenis MFC dan aplikasi kompos, dengan parameter
utama berupa fluks emisi CH₄ dan kandungan C-organik tanah, serta parameter
pendukung berupa respirasi tanah, rasio C/N, dan hasil tanaman padi.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa jenis MFC memberi pengaruh nyata terhadap emisi CH₄ pada
hampir seluruh waktu pengamatan. Penggunaan MFC berbahan biochar kayu secara
konsisten menekan emisi CH₄ paling besar, dengan penurunan berkisar 33-49%
dibandingkan perlakuan tanpa MFC pada budidaya padi, sedangkan pemberian kompos
belum memberikan pengaruh nyata terhadap emisi CH₄ pada sebagian besar waktu
pengamatan dan hanya berpengaruh nyata pada akhir masa tanam. Pada parameter
kandungan C-organik tanah, MFC berbahan biochar kayu menghasilkan kandungan
C-organik tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada setiap waktu
pengamatan, meskipun kandungan C-organik pada seluruh perlakuan cenderung
menurun, sedangkan pemberian kompos meningkatkan kandungan C-organik secara
numerik namun belum memberikan pengaruh nyata dibandingkan tanpa kompos. Hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan MFC berbahan biochar kayu,
paling efektif dalam menurunkan emisi CH₄ sekaligus mempertahankan kandungan
C-organik tanah sawah. Penelitian lanjutan disarankan untuk menerapkan
teknologi MFC secara langsung pada lahan sawah guna memperoleh data yang lebih
representatif sebagai dasar rekomendasi penerapannya bagi petani.