Abstrak


Toponimi Nama Kelurahan di Wilayah Kota Kediri: Kajian Etnolinguistik


Oleh :
Putri Permata Sari - B0222063 - Fak. Ilmu Budaya

Putri Permata Sari. B0222063. 2026. Toponimi Nama Kelurahan di Wilayah Kota Kediri: Kajian Etnolinguistik. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.  Alasan yang mendasari penelitian ini yaitu nama-nama kelurahan di Kota Kediri memiliki latar kesejarahan yang panjang sejak masa kerajaan, kolonialisme, hingga pascakemerdekaan. Selain itu, belum ada penelitian toponimi nama kelurahan yang dapat menjadi sumbangsih untuk Kota Kediri. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana bentuk satuan lingual dan makna penamaan kelurahan di wilayah Kota Kediri? dan (2) Bagaimana kategorisasi aspek toponimi yang menjadi dasar penamaan kelurahan di wilayah Kota Kediri. Tujuan penelitian ini mencakup dua hal yakni, (1) Mendeskripsikan bentuk satuan lingual dan makna penamaan kelurahan di wilayah Kota Kediri, dan (2) Mendeskripsikan kategorisasi aspek toponimi yang menjadi dasar penamaan kelurahan di wilayah Kota Kediri. Data penelitian ini berupa 34 nama kelurahan di Kota Kediri yang mengandung nilai sejarah dan budaya yang melatarbelakanginya. Sumber data primer berupa 46 nama kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Kediri, yaitu Kecamatan Kota, Kecamatan Pesantren, dan Kecamatan Mojoroto, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari 32 informan, dokumen tertulis atau laman resmi kelurahan, artikel sejarah dari laman Kediripedia.com, kamus monolingual Baoesastra Djawa karya W. J. S. Poerwadarminta, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia daring. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik simak libat cakap (wawancara semi-terstruktur), rekam, catat, dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dan metode padan. Penyajian hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Simpulan penelitian ini yaitu, (1) Bentuk satuan lingual penamaan kelurahan di Kota Kediri terdiri atas kata dan frasa. Bentuk kata meliputi monomorfemis dan polimorfemis yang terbentuk melalui afiksasi, pemajemukan, dan proses morfofonemik, serta memiliki makna leksikal; (2) Makna kultural serta kategorisasi aspek toponimi meliputi aspek perwujudan, kemasyarakatan, dan kebudayaan. Aspek perwujudan berkaitan dengan perairan, flora, dan geografis; aspek kemasyarakatan meliputi tokoh, profesi, dan aktivitas; sedangkan aspek kebudayaan mencakup sejarah, tradisi lisan, dan sistem kepercayaan.