Abstrak


Implementasi Model Active Learning Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Konten Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas XI SMA Pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke


Oleh :
Pusparum Astuti - K2322064 - Fak. KIP

Pusparum Astuti. K2322064. Pembimbing: Prof. Sukarmin, S.Pd., M.Si., Ph.D. IMPLEMENTASI MODEL ACTIVE LEARNING MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI KONTEN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep dan aktivitas belajar Fisika siswa kelas XI SMA pada materi abstrak seperti Elastisitas dan Hukum Hooke akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XIF-2 SMA Negeri 18 Garut pada materi Elastisitas dan Hukum Hooke melalui implementasi model Active Learning dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi konten. Metode penelitian yang digunakan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah guru Fisika dan seluruh siswa kelas XIF-2 SMA Negeri 18 Garut. Data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas belajar siswa serta nilai kognitif berupa pre-test dan post-test. Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif untuk data observasi dan analisis kuantitatif menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi pada Siklus I menggunakan metode diskusi kelompok dan dikembangkan pada Siklus II menggunakan metode eksperimen terbimbing melalui alat peraga pegas riil serta simulasi virtual PhET Colorado. Penerapan strategi tersebut terbukti meningkatkan rata-rata keaktifan klasikal siswa dari 71,38% (kategori baik) menjadi 84,56% (kategori sangat baik). Selain itu, terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa secara signifikan dari nilai rata-rata pratindakan sebesar 33,21 dengan ketuntasan klasikal 0,00%, meningkat menjadi 73,44 dengan ketuntasan klasikal 79,41% pada Siklus I, dan mencapai rata-rata 86,26 dengan ketuntasan klasikal 91,18% pada Siklus II, didukung raihan nilai N-Gain akumulatif sebesar 0,8 yang termasuk dalam kategori tinggi.