Abstrak
Persepsi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kembang Pilang terhadap Dampak Sekolah Lapang Pengoptimalan Lahan Pekarangan Di Desa Banyurip, Sragen
Oleh :
Jihan Alia Nabila - H0422058 - Fak. Pertanian
Penelitian ini
bertujuan menganalisis persepsi anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS)
Kembang Pilang terhadap rangkaian kegiatan, materi, dan metode Sekolah Lapang
Pengoptimalan Lahan Pekarangan, mengidentifikasi faktor pendukung dan
penghambat penerapan pengetahuan, mendeskripsikan implementasi pertanian lahan
pekarangan, serta menganalisis dampaknya terhadap optimalisasi pekarangan.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa
Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Informan terdiri atas dua
fasilitator Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP), ketua KUPS, dan 13
anggota KUPS yang dipilih secara purposive dan snowball. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui pengumpulan,
kondensasi, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa anggota memiliki persepsi positif karena kegiatan,
materi, dan metode dinilai sesuai dengan kebutuhan pengelolaan pekarangan.
Praktik langsung menjadi metode yang paling mudah dipahami. Penerapan
pengetahuan didukung pengalaman bertani, motivasi, ketersediaan pekarangan,
dukungan keluarga, hubungan sosial, kesesuaian materi, serta kemudahan alat dan
bahan; sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan waktu, air, kondisi tanah,
cuaca, gangguan ayam, dan pemahaman materi tertentu. Sebanyak 24 dari sekitar
25 peserta telah mencoba memanfaatkan pekarangan, termasuk dengan pot atau
polybag. Dampak program terlihat pada peningkatan keragaman tanaman, pemenuhan
pangan keluarga, penghematan pengeluaran, dan mulai munculnya penjualan hasil
panen. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan pascapelatihan dan
penguatan pemandu lokal.