Abstrak


Pengaruh Pernikahan Usia Dini terhadap Fertilitas Remaja melalui Tekanan Pronatalis Keluarga di Wilayah Pegunungan Kabupaten Kendal


Oleh :
Nessa Ayu Wardhana - V8022086 - Sekolah Vokasi

Pernikahan usia dini masih menjadi salah satu permasalahan kependudukan yang berpotensi meningkatkan fertilitas remaja. Tekanan pronatalis keluarga diduga turut memengaruhi fertilitas remaja melalui dorongan kepada pasangan untuk segera memiliki keturunan setelah menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pernikahan usia dini dan tingkat fertilitas berdasarkan data demografi serta menganalisis pengaruh pernikahan usia dini terhadap fertilitas remaja melalui tekanan pronatalis keluarga di wilayah pegunungan Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 85 perempuan yang menikah pada usia di bawah 19 tahun. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25 serta uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 22 tahun dengan rata-rata usia saat menikah 17 tahun. Mayoritas responden berpendidikan terakhir SMP, bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan memiliki 1-2 anak lahir hidup. Pernikahan usia dini tidak berpengaruh signifikan terhadap tekanan pronatalis keluarga (p = 0,611), tetapi berpengaruh signifikan terhadap fertilitas remaja (β = -0,226; p = 0,039). Tekanan pronatalis keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap fertilitas remaja (β = 0,032; p = 0,769) dan tidak memediasi pengaruh pernikahan usia dini terhadap fertilitas remaja (p = 0,780). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pernikahan usia dini berpengaruh secara langsung terhadap fertilitas remaja, sedangkan tekanan pronatalis keluarga tidak berperan sebagai variabel mediasi.