Abstrak


Pengaruh Komunikasi Teman Sebaya dan Metode Mengajar Guru terhadap Minat Belajar Siswa SMK Wikarya Karanganyar Tahun Ajaran 2025/2026


Oleh :
Serlina Gama Aprilia - K7522082 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) ada atau tidaknya pengaruh komunikasi teman sebaya terhadap minat belajar siswa, (2) ada atau tidaknya pengaruh metode mengajar guru terhadap minat belajar siswa, dan (3) ada atau tidaknya pengaruh komunikasi teman sebaya dan metode mengajar guru secara simultan terhadap minat belajar siswa SMK Wikarya Karanganyar Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal (ex-post facto). Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X dan XI SMK Wikarya Karanganyar yang berjumlah 233 siswa. Sampel penelitian berukuran 147 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat presisi 5%, melalui teknik pengambilan sampel proporsional acak berstrata (proportionate stratified random sampling). Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner tertutup skala Likert 5 alternatif jawaban yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan data sekunder dihimpun melalui teknik analisis dokumen. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dibantu perangkat lunak IBM SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial, komunikasi teman sebaya tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa, ditunjukkan oleh nilai thitung < ttabel (0,702 < 1,977) dan nilai signifikansi 0,484 > 0,05, dengan kontribusi sumbangan efektif sebesar 4,07%. (2) Secara parsial, metode mengajar guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa, ditunjukkan oleh nilai thitung > ttabel (10,025 > 1,977) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dengan kontribusi sumbangan efektif yang sangat dominan sebesar 68,09%. (3) Secara simultan, komunikasi teman sebaya dan metode mengajar guru berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa dengan nilai Fhitung > Ftabel  (187,287 > 3,06) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,722, berarti variasi minat belajar dipengaruhi secara simultan oleh kedua variabel tersebut sebesar 72,2%, sedangkan sisanya 27,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model regresi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa metode mengajar guru merupakan faktor penentu utama dalam memicu minat belajar siswa pendidikan vokasi, sementara komunikasi teman sebaya perlu dikanalisasi melalui metode pembelajaran aktif agar dapat mendukung minat belajar siswa secara optimal.