Abstrak


STRATEGI ADAPTASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP BANJIR GENANGAN DI KAWASAN UNDERPASS JOGLO KOTA SURAKARTA


Oleh :
Salma Lintang Indirayanni - K5422077 - Fak. KIP

Banjir genangan merupakan persoalan penting kawasan perkotaan, termasuk pada infrastruktur bawah permukaan seperti underpass. Salah satunya adalah Underpass Joglo Kota Surakarta sebagai infrastruktur penting mobilitas penunjang berbagai kegiatan seperti pada sektor sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi banjir genangan, dampak sosial ekonomi, dan strategi adaptasi masyarakat di kawasan Underpass Joglo yang mencakup Kelurahan Kadipiro, Nusukan, Joglo, dan Banjarsari. Potensi banjir genangan dianalisis menggunakan metode Topographic Wetness Index (TWI) berbasis DEMNAS yang diolah dengan SAGA GIS untuk konversi DEM ke DTM dan ArcGIS 10.8 untuk analisis TWI, sedangkan dampak sosial ekonomi dan strategi adaptasi dianalisis dari kuesioner dan wawancara mendalam terhadap 100 responden yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil analisis TWI menunjukkan nilai berkisar antara -8,0773 hingga 8,8200, dengan kelas rendah mendominasi wilayah penelitian seluas 335.991,13 m² (42,92%). Dampak sosial dirasakan oleh 50,13% responden dengan indikator kenyamanan masyarakat paling terdampak (64,5%), sedangkan dampak ekonomi dirasakan oleh 43,25% responden dengan indikator transportasi/lalu lintas paling terdampak (75,5%). Kelurahan Banjarsari merupakan yang paling terdampak pada hampir seluruh indikator. Adapun strategi adaptasi masyarakat seperti pemasangan tanggul sementara, jalur alternatif, dan bangunan secara permanen. Pemerintah Kota Surakarta merespons melalui penyediaan pompa air serta pembangunan kolam retensi.