Abstrak
Peran Sutradara Dalam Pembuatan Film Dokumenter "Asa di Balik Gilingan"
Oleh :
Pinxkan Astrit Yuliyanti - V1123111 - Sekolah Vokasi
Laporan Tugas Akhir ini berjudul “Peran Sutradara Dalam Pembuatan Film Dokumenter Asa di Balik Gilingan”. Dilatarbelakangi dari ketertarikan penulis saat melihat sebuah ritual di balik industri pabrik gula di PT. Madubaru PG-PS Madukismo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Ritual ini disebut sebagai "Tebu Manten". Penulis menyadari bahwa ritual ini merupakan bentuk negosiasi manusia dengan alam dan Sang Pencipta. Oleh karena itu tema ini sebagai bentuk kontribusi dalam mendokumentasikan dan memperkenalkan kembali nilai dari budaya dan tradisi "Tebu Manten" dari balik selubung dunia industri modern kepada masyarakat luas.Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan peran sutradara dalam proses produksi film dokumenter, mulai dari tahap praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi. Sebagai sutradara, penulis bertanggung jawab dalam menyusun ide, menentukan sudut pandang dan alur cerita, memilih narasumber yang relevan, menyusun konsep visual, mengatur arah pengambilan gambar, koordinasi teknis selama proses produksi serta memberikan arahan pada proses editingMelalui proses produksi ini, penulis mengambil kesimpulan bahwa peran sutradara tidak hanya sebatas menjaga aspek visual dan narasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab penting dalam membentuk pesan yang hendak disampaikan dalam film agar dapat diterima oleh audiens dengan jelas. Selain itu, sutradara juga harus mampu berkoordinasi dengan seluruh tim produksi, memimpin jalanya produksi dengan baik, mengatasi kendala teknis maupun non teknis, serta mengelola porsi dan alur kerja secara profesional. Hasil akhir dari film ini diharapkan dapat menjadi edukasi dan juga inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi generasi muda, untuk lebih peduli terhadap pelestarian budaya dan tradisi lokal yang menganduk makna secara mendalam seperti tradisi "Tebu Manten"