Abstrak
Pengaruh Suplementasi Betain dan Vitamin C dalam Ransum terhadap Bobot Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang Ditinjau dari Nilai Ripitabilitas
Oleh :
Bima Megantyas Saputra - H0517024 - Fak. Peternakan
PENGARUH SUPLEMENTASI BETAIN DAN VITAMIN C DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT TELUR PUYUH (Coturnix coturnix japonica) YANG DITINJAU DARI NILAI RIPITABILITASBima Megantyas SaputraH0517024ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi betain dan vitamin C dalam ransum terhadap bobot telur puyuh yang ditinjau dari kemampuan ternak dalam mengulangi produksi pada periode berikutnya (ripitabilitas). Penelitian ini menggunakan data bobot telur dari puyuh sebanyak 136 ekor dengan dua macam perlakuan yaitu, P0 (ransum basal/kontrol) dan P1 (ransum basal dengan suplementasi betain 0,12% dan vitamin C 250mg/kg). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali dengan masing-masing ulangan berisi 17 ekor puyuh dan diamati selama 9 minggu. Data kemudian dihitung rata-rata mingguannya sehingga didapatkan 8 data mingguan. Metode perhitungan ripitabilitas yang digunakan adalah korelasi dalam kelas (intraclass correlation). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa suplementasi betain dan vitamin C meningkatkan rata-rata bobot telur (P<0,05) yaitu P0 (9,46 ± 0,34) dan P1 (9,93 ± 0,24). Hasil nilai ripitabilitas P1 (0,59) lebih tinggi dibanding P0 (0,07), yang berarti betain dan vitamin C mempengaruhi sifat keragaman lingkungan sehingga nilai ripitabilitas yang disuplementasi betain dan vitamin C lebih tinggi dibanding ransum tanpa perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi betain dan vitamin C menyebabkan peningkatan bobot telur dan peningkatan kemampuan puyuh dalam mengulangi produksi pada periode-periode berikutnya.