Abstrak


Laporan Tugas Akhir Peran Sutradara pada Proses Produksi Film Dokumenter


Oleh :
Ayu Andayani Saputri - V1123026 - Sekolah Vokasi

PERAN SUTRADARA PADA PROSES PRODUKSI FILM DOKUMENTER “MEMBIDIK TANPA MELIHAT”Ayu Andayani SaputriV1123026D-III Komunikasi Terapan, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas MaretAbstrakPerubahan sosial yang cepat di era modern menuntut individu menjaga keseimbangan diri di tengah tekanan kehidupan. Jemparingan merupakan tradisi memanah khas Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang tidak hanya mengandung keterampilan memanah, tetapi juga nilai fokus, konsentrasi, ketenangan, dan kesabaran yang masih relevan dengan kehidupan modern. Melalui film dokumenter “Membidik Tanpa Melihat”, penulis bertujuan menyampaikan nilai-nilai Jemparingan tersebut serta menjelaskan peran sutradara dalam proses produksi film dokumenter. Proses produksi dilaksanakan melalui tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pada tahap pra produksi, sutradara menyusun film treatment, shooting script, dan shotlist. Produksi berlangsung selama empat hari, meliputi wawancara narasumber serta pengambilan footage dan B-roll, dengan sutradara mengarahkan komposisi gambar dan alur wawancara. Pada tahap pasca produksi, sutradara memantau proses penyuntingan bersama editor serta berbagai tahapan penyelesaian film, seperti rough cut, color grading, scoring, dan mixing, hingga menghasilkan film akhir yang sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan.Film ini menggunakan pendekatan ekspositori yang memadukan wawancara, narasi suara, dan visual pendukung. Hasilnya menunjukkan bahwa Jemparingan bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai ketenangan batin, pengendalian diri, konsentrasi, dan keseimbangan hidup. Film dokumenter “Membidik Tanpa Melihat” menjadi sarana edukasi dan refleksi mengenai relevansi nilai-nilai Jemparingan dalam kehidupan modern.