Abstrak
Pelayanan Publik Digital Pada Sektor Pendidikan Di Asia Menggunakan Pendekatan Kategori Webqual 4.0
Oleh :
Asri Nur Salmah - S242308008 - Fak. ISIP
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya komitmen kesiapan pemerintah,
institusi pendidikan, dan warga pendidikan dalam memanfaatkan digitalisasi pada
pelayanan publik digital di sektor pendidikan di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan jenis dan kualitas pelayanan publik digital pada sektor pendidikan
di Asia dengan menggunakan pendekatan kategori WebQual 4.0. Data penelitian ini
diperoleh dari publikasi ilmiah terindeks SCOPUS yang diseleksi secara sistematis
menggunakan kerangka PRISMA dan telah ditemukan sebanyak 22 artikel yang
relevan untuk digunakan dalam penelitian ini. Analisis dilakukan menggunakan
Systematic Literature Review dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15 dan
dideskripsikan berdasarkan pendekatan kategori WebQual 4.0, serta divalidasi
melalui penilaian pakar ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis
layanan pendidikan digital pada sembilan negara di Asia yaitu Digital Identity
Education (DIE), Massive Open Online Course (MOOC), Learning Management
System (LMS), dan Open Educational Resource (OER). DIE ditemukan di
Indonesia; MOOC di India, Malaysia, Thailand, dan China; LMS di Indonesia,
China, Yordania, UEA, dan Singapura; serta OER di Indonesia dan Korea Selatan.
Kualitas pelayanan publik digital pada sektor pendidikan di Asia menunjukkan
kondisi yang baik berdasarkan pendekatan kategori kegunaan, kualitas informasi,
dan kualitas layanan interaksi. Hal ini terlihat dari adanya kemudahan dan
kecepatan akses yang dapat diakses oleh warga pendidikan; tampilan yang
sederhana dan responsif; kemudahan navigasi; ketersediaan informasi yang
lengkap, relevan, akurat, dan mutakhir; serta adanya dukungan layanan yang
responsif, cepat, dan komunikatif. Namun, beberapa layanan masih memerlukan
pengembangan pada aspek tampilan, navigasi, dan fitur komunikasi, seperti pada
layanan DIE Belajar.id Indonesia, MOOC China, LMS Chaoxing Learning China,
dan OER K-Edunet Korea Selatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
sembilan negara di Asia memilih lebih fokus pada penerapan salah satu dari empat
jenis layanan pendidikan digital yang ada di Asia dan kualitas layanan pendidikan
digital di Asia sudah tergolong baik, meskipun beberapa layanan masih ada yang
memerlukan keterbaruan layanan lebih lanjut, sehingga penelitian ini menyarankan
untuk adanya pembentukan ekosistem layanan pendidikan digital yang saling
melengkapi melalui pengintegrasian layanan DIE, MOOC, OER dan LMS pada
layanan platform pendidikan digital di Asia guna mengoptimalkan fungsi pelayanan
publik digital pada sektor pendidikan di Asia.