Abstrak


Budidaya Sawi Caisim (Brassica juncea L.) Di Polybag dengan Penambahan Pupuk Organik Cair dari Urin Kelinci


Oleh :
Syiva Agustin Yuwono - V4423009 - Sekolah Vokasi

Budidaya sawi caisim (Brassica juncea L.) merupakan salah satu kegiatan hortikultura yang memiliki peluang untuk dikembangkan karena memiliki umur panen relatif singkat dan permintaan pasar yang cukup baik. Salah satu upaya dalam mendukung budidaya yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) dari urin kelinci sebagai sumber unsur hara. Tugas Akhir ini bertujuan untuk melaksanakan budidaya sawi caisim dengan pemanfaatan POC urin kelinci, menganalisis pertumbuhan dan hasil tanaman, menganalisis strategi pemasaran, serta menganalisis kelayakan usahatani secara finansial. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggunakan 200 polybag berukuran 25 × 25 cm. POC dibuat dari 5 liter urin kelinci, 50 mL EM4, dan 50 mL molase yang difermentasi selama 14 hari. POC diaplikasikan dengan dosis 20 mL/L air sebanyak 100 mL per tanaman menggunakan metode kocor satu kali seminggu. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tinggi tanaman meningkat dari 8 cm menjadi 38 cm, jumlah daun dari 4 menjadi 6 helai, dan lebar daun dari 3 cm menjadi 15 cm. Tanaman dipanen pada umur 37 hari setelah tanam dengan hasil 19 kg atau 27 ikat. Pemasaran dilakukan melalui saluran langsung dari produsen kepada pengepul dengan harga jual Rp5.000 per ikat. Hasil analisis finansial menunjukkan penerimaan sebesar Rp135.000, keuntungan sebesar Rp23.875, BEP produksi 22 ikat, BEP harga Rp4.115 per ikat, B/C Ratio 0,21, dan R/C Ratio 1,21. Nilai R/C Ratio menunjukkan bahwa usaha budidaya sawi caisim dengan pemanfaatan POC urin kelinci layak secara finansial, meskipun efisiensi biaya dan peningkatan skala produksi masih diperlukan untuk meningkatkan keuntungan.