Abstrak
Analisis Pelaksanaan Pelatihan Wajib Pada Karyawan di PT Madusari Nusaperdana
Oleh :
Tedy Dany - V1623080 - Sekolah Vokasi
Pelatihan wajib keamanan pangan yang meliputi Food Allergen, CCP-OPRP, dan
HACCPmerupakan bagian penting dalammenjaga keamanan produk pada industri pengolahan
daging. Namun, pelaksanaan pelatihan wajib di PT Madusari Nusaperdana masih menghadapi
beberapa permasalahan, antara lain tingkat ketidakhadiran peserta yang mencapai 41,2% dari
total undangan serta tingkat kelulusan yang belum merata, terutama pada materi CCP-OPRP
dengan tingkat kelulusan langsung sebesar 35,7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pelaksanaan pelatihan wajib pada karyawan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta
merumuskan rekomendasi inovasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pelatihan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus
pada Divisi Human Capital Business PT Madusari Nusaperdana. Data diperoleh melalui
wawancara semi terstruktur dengan Supervisor Human Capital Business dan karyawan peserta
pelatihan, observasi partisipatif selama kegiatan magang, serta studi dokumentasi berupa data
kehadiran, hasil post-test, dan materi pelatihan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik
triangulasi sumber melalui perbandingan hasil wawancara, observasi, dan dokumen PT
Madusari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan wajib masih berorientasi
pada peningkatan kesadaran (awareness) dan belum sepenuhnya mampu memastikan
penerapan materi dalam pekerjaan sehari-hari. Penelitian juga menemukan adanya perbedaan
metode pelatihan antara karyawan produksi dan non produksi, belum tersedianya instrumen
evaluasi untuk mengukur penerapan materi di tempat kerja, serta lima kendala utama, yaitu
keterbatasan biaya, resistensi karyawan terhadap perubahan metode pelatihan,
ketidakseragaman pelaksanaan pelatihan, belum adanya evaluasi penerapan materi, dan dilema
antara penegakan kepatuhan dengan pemeliharaan hubungan kerja.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan
wajib di PT Madusari Nusaperdana masih memerlukan perbaikan, terutama pada aspek
keseragaman metode pelatihan dan evaluasi penerapan materi di PT Madusari. Penelitian ini
merekomendasikan satu inovasi utama berbiaya rendah berupa platform pelatihan digital
terintegrasi (Madusari Learning & Reward Hub), yang menggabungkan akses materi dan
evaluasi berbasis tautan sebagai pengganti kode QR, ketersediaan materi secara fleksibel dan
dapat diakses secara offline, serta fitur penghargaan (reward) sebagai alternatif terhadap sanksi,
sehingga dapat diterapkan sesuai dengan kondisi keuangan PT Madusari saat ini.