Abstrak


KESESUAIAN KAMPUNG WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA TERHADAPPARIWISATA BERKELANJUTAN


Oleh :
Cornelius Yesa Arya Pratama - I0622020 - Fak. Teknik

Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta merupakan kawasan wisata budaya yang memiliki nilai historis dan identitas batik yang kuat serta berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Dalam perkembangannya, kawasan ini masih menghadapi beberapa permasalahan terkait aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, seperti keterbatasan aksesibilitas, pengelolaan limbah kegiatan produksi batik, kepemilikan usaha oleh masyarakat lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan Kampung Wisata Batik Kauman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian Kampung Wisata Batik Kauman terhadap konsep pariwisata berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner kepada key person serta menggunakan data primer hasil survei tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan analisis skoring berdasarkan enam komponen pariwisata (6A), yaitu attraction, amenities, accessibility, ancillary services, activities, dan available packages, yang dikaitkan dengan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Wisata Batik Kauman memperoleh total skor 70 dari skor maksimum 81 dengan persentase kesesuaian sebesar 86,42% yang dibulatkan menjadi 86%. Berdasarkan klasifikasi tingkat kesesuaian, nilai tersebut termasuk dalam kategori Sangat Sesuai terhadap konsep pariwisata berkelanjutan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama penyediaan fasilitas aksesibilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas, pengelolaan limbah produksi batik, kepemilikan dan keterlibatan masyarakat lokal, kapasitas lahan parkir, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan demikian, Kampung Wisata Batik Kauman secara umum telah memenuhi prinsip pariwisata berkelanjutan, namun peningkatan pada beberapa aspek diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan.