Abstrak
Eksplorasi Pedagogi Digital Guru Geografi dalamMengintegrasikan Teknologi Pembelajaran Era Society 5.0 untuk Membentuk Spatial Thinking Siswa (Studi Fenomenologi terhadap Guru SMA di Surakarta Tahun 2026)
Oleh :
Natasya Dielvani - K5422058 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengalaman guru geografi SMA di Surakarta dalam menerapkan pendekatan pedagogi digital melalui integrasi teknologi pembelajaran era Society 5.0 untuk membentuk kemampuan berpikir spasial (spatial thinking) siswa, dan (2) menganalisis tantangan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan teknologi pembelajaran berbasis spasial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Sumber data penelitian meliputi informan (guru geografi SMA di Surakarta), proses pembelajaran geografi, serta perangkat pembelajaran. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru geografi telah mengintegrasikan berbagai teknologi pembelajaran berbasis geospasial seperti Google Earth, Google Maps, Zoom Earth, ArcGIS, dan Augmented Reality dalam proses pembelajaran sebagai bentuk adaptasi terhadap tuntutan pendidikan era Society 5.0. Penerapan pedagogi digital dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan kemampuan berpikir spasial melalui kegiatan observasi, eksplorasi, interpretasi, dan analisis fenomena geografis. Selain itu, guru menunjukkan kemampuan dalam mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran geografi (TPACK) sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Guru masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengimplementasikan teknologi pembelajaran berbasis spasial, meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, koneksi internet yang kurang stabil, perbedaan kemampuan literasi digital siswa, keterbatasan kompetensi pedagogi digital guru, keterbatasan waktu pembelajaran, serta minimnya pelatihan teknologi geospasial. Meskipun demikian, guru tetap menunjukkan upaya adaptif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran geografi agar pembelajaran berbasis spasial dapat berlangsung secara optimal.