Abstrak


Asosiasi Gulma Berbunga di Ekosistem Padi Organik terhadap Predator dan Wereng Batang Coklat


Oleh :
Rosdiana Ayuningtyas - H0719163 - Fak. Pertanian

Padi merupakan penopang dan sumber kehidupan masyarakat Indonesia. Serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) menjadi masalah utama pada pertanaman padi. Pengendalian wereng coklat perlu dilakukan agar serangan tidak meluas. Gulma berbunga menjadi alternatif pengendalian pada lahan pertanian organik. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan gulma berbunga dengan predator dan wereng coklat. Penelitian dilaksanakan di lahan padi milik petani di Desa Borongan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten pada bulan Juli hingga November 2022. Penelitian dirancang dengan perlakuan gulma berbunga pada lahan pertanian padi organik. Pengamatan wereng coklat menggunakan unit sampel berupa rumpun padi dengan ukuran contoh sejumlah 60, sedangkan pengamatan predator menggunakan unit sampel berupa petak kuadrat berukuran 1 m x 1 m dengan ukuran contoh 30. Pengambilan sampel wereng coklat dan predator mengikuti pola X. Predator yang didapatkan kemudian diidentifikasi untuk memperoleh data jenis dan populasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi wereng coklat tergolong rendah. Gulma berbunga berasosiasi dengan predator dengan menyediakan makanan tambahan, tempat tinggal, dan tempat berlindung sehingga populasinya meningkat. Predator yang ditemukan di ekosistem padi organik adalah Lycosa pseudoannulata, Oxyopes javanus, Tetragnatha sp., Araneus inustus, Argiope catenulata, Phidippus sp., Atypena formosana, Coccinella sp., Ophionea sp., Paederus fuscipes, Agriocnemis femina, dan Cyrtorhinus lividipennis.