Abstrak


EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MURDER BERBASIS STEM TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT SISWA SMA BATIK 1 SURAKARTA


Oleh :
Ayu Meisyarotun Nafisah Larasati - K1322027 - Fak. KIP

Kemampuan literasi matematika siswa masih menjadi persoalan yang perlu ditangani melalui pemilihan model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran MURDER telah terbukti memberikan hasil belajar yang lebih baik daripada pembelajaran langsung, namun keterlibatan aktif siswa pada tahap menelaah (digest) dan mengembangkan penyelesaian (expand) masih memerlukan dukungan tambahan. Penelitian ini bertujuan menguji nilai tambah integrasi pendekatan STEM ke dalam model pembelajaran MURDER terhadap kemampuan literasi matematika siswa pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV) ditinjau dari adversity quotient (AQ), mencakup perbedaan pengaruh kedua model pembelajaran, perbedaan antar kategori AQ, serta ada tidaknya interaksi keduanya.Penelitian eksperimental semu ini menggunakan desain faktorial 2×3. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 330 siswa. Sampel sebanyak 62 siswa diambil menggunakan teknik cluster random sampling, terdiri atas 30 siswa kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model MURDER berbasis STEM dan 32 siswa kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model MURDER tanpa integrasi STEM. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan literasi matematika dan angket adversity quotient, kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak sama dan uji komparasi ganda metode Scheffe pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model MURDER berbasis STEM lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model MURDER (Fa = 4,290 > 4,012; rerata marginal 56,909 berbanding 49,444). Terdapat pula perbedaan kemampuan literasi matematika antar kategori adversity quotient (Fb = 7,102 > 3,161); uji Scheffe menunjukkan kategori climbers (60,623) dan campers (54,708) tidak berbeda secara signifikan, sedangkan keduanya lebih baik daripada quitters (44,200). Adapun uji interaksi tidak menghasilkan keputusan menolak H0 (Fab = 0,186 < 3,129). Tidak terbuktinya interaksi berarti tidak ditemukan bukti bahwa pengaruh model pembelajaran berubah menurut kategori adversity quotient siswa, sehingga keunggulan model MURDER berbasis STEM berlaku dengan pola yang sama pada climbers, campers, maupun quitters, dan pola perbedaan antar kategori tersebut juga sama pada kedua model pembelajaran