Abstrak
Usahatani Padi Organik di Karanganyar: Kajian Inefisiensi dan Efisiensi dengan Model Frontier Translog
Oleh :
Sherlinda Fadlillah - H0822142 - Fak. Pertanian
Usahatani padi organik di Kabupaten Karanganyar menghadapi tantangan dalam penggunaan faktor produksi dan pencapaian efisiensi teknis. Penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan, elastisitas faktor produksi, efisiensi teknis, dan faktor sosial ekonomi yang memengaruhi inefisiensi teknis usahatani padi organik di Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karanganyar, Mojogedang, Jatipuro, dan Kerjo dengan 120 petani responden yang ditentukan secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan analisis keuntungan dan Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan fungsi produksi Translog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan usahatani padi organik sebesar Rp9.534.847,72 per usahatani dengan luas lahan rata-rata 0,32 hektar atau Rp29.796.399,13 per hektar per musim tanam. Luas lahan, tenaga kerja, pupuk organik, pestisida alami, dan benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi dengan elastisitas masing-masing sebesar 0,4078; 0,2374; 0,1483; 0,0296; dan 0,1239. Seluruh elastisitas berada pada rentang 0 < E < 1 yang menunjukkan bahwa penggunaan masing-masing input berada pada kondisi inelastis. Rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,949198, dengan 80% petani memiliki tingkat efisiensi teknis ≥0,90. Faktor sosial ekonomi yang berpengaruh signifikan terhadap inefisiensi teknis meliputi pendidikan, pengalaman bertani, keikutsertaan dalam kelompok tani, status kepemilikan lahan, umur, dan perubahan iklim. Sementara itu, jumlah tanggungan keluarga, modal, ketersediaan air, dan kebijakan pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap inefisiensi teknis.