Abstrak


PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN PARTISIPASI DALAM PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS ORMAWA TERHADAP SIKAP MAHASISWA PERTANIAN DAN PETERNAKAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


Oleh :
Iffan Faldiano Ramadhan - H0422051 - Fak. Pertanian

Iffan Faldiano Ramadhan (H0422051). Pengaruh Dukungan Sosial dan Partisipasi dalam Program Penguatan Kapasitas Ormawa terhadap Sikap Mahasiswa Pertanian dan Peternakan dalam Pemberdayaan Masyarakat. Skripsi. Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penelitian ini dibawah bimbingan Prof. Dr. Suminah M.Si. dan Dr. Ir. Sapja Anantanyu S.P., M.Si., CTMP. Pemberdayaan masyarakat pedesaan menuntut lahirnya generasi muda agrikultur yang memiliki kompetensi sosial tinggi. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) hadir sebagai media pembelajaran berbasis experiential learning untuk membentuk karakter agen perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat dukungan sosial dan partisipasi mahasiswa dalam PPK Ormawa, (2) mendeskripsikan profil sikap kognitif, afektif, dan konatif mahasiswa terhadap pemberdayaan masyarakat, serta (3) menganalisis pengaruh dukungan sosial dan partisipasi baik secara parsial maupun simultan terhadap sikap mahasiswa Pertanian dan Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam pemberdayaan masyarakat. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain survei dengan pendekatan sensus (sampling jenuh) terhadap seluruh populasi pelaksana PPK Ormawa 2024 dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan UNS yang berjumlah 60 mahasiswa. Data primer dihimpun melalui kuesioner terstruktur dengan Skala Likert empat poin yang telah dinyatakan valid dan reliabel, kemudian ditransformasikan menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi via SPSS 26. Hasil analisis deskriptif univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden merasakan dukungan sosial institusi pada kategori sangat tinggi (55%), tingkat partisipasi mahasiswa pada kategori sangat tinggi (68,33%), dan mengonstruksi sikap pemberdayaan masyarakat yang sangat tinggi (81,67%). Secara parsial (uji t), variabel dukungan sosial (X1) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap sikap mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,379 (p > 0,05), yang mengindikasikan pembentukan sikap lebih didominasi oleh internalisasi pengalaman langsung di lapangan. Sebaliknya, partisipasi mahasiswa (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap sikap mahasiswa dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,843 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Secara simultan (uji F), dukungan sosial dan partisipasi mahasiswa berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap sikap mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,973 membuktikan bahwa model kolaborasi faktor internal dan eksternal ini mampu menjelaskan variasi pembentukan sikap mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat sebesar 97,3%, sementara 2,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Perguruan tinggi disarankan untuk terus memperluas ruang aktualisasi lapangan yang partisipatif guna mengoptimalkan peran mahasiswa sebagai agent of change pedesaan.