Abstrak
Analisis Spasial Kemiskinan di Kabupaten Eks Karesidenan Kedu Tahun 2019-2023
Oleh :
Surya Wahyu Hidayat - K5419077 - Fak. KIP
Surya Wahyu Hidayat. K5419077. Pembimbing I: Dr. Rita Noviani S.Si., M.Sc Pembimbing II: Dr. Pipit Wijayanti, S.Si., M.Sc. “ANALISIS SPASIAL KEMISKINAN DI KABUPATEN EKS KARESIDENAN KEDU TAHUN 2019-2023”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, 2026.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah tingkat pengangguran, indeks pembangunan manusia (IPM), dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap kemiskinan di kabupaten-kabupaten Eks Karesidenan Kedu (Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung) tahun 2019-2023, dan (2) mengetahui model analisis spasial kemiskinan di wilayah tersebut menggunakan Spatial Autoregressive Model (SAR) untuk melihat ada tidaknya dependensi spasial yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel (5 kabupaten x 5 tahun = 25 unit amatan) bersumber dari data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel yang digunakan meliputi kemiskinan (Y), tingkat pengangguran terbuka (X1), Indeks Pembangunan Manusia/IPM (X2), dan laju pertumbuhan ekonomi (X3). Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, matriks pembobot spasial Queen Contiguity, uji dependensi spasial Moran's I, dan estimasi model SAR dengan metode Maximum Likelihood Estimation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif signifikan dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan laju pertumbuhan ekonomi tidak terbukti berpengaruh signifikan. Model SAR yang diperoleh adalah Y = 0,240Wy + 49,798 + 2,145X1 - 0,705X2 + 0,225X3 + e dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 70,9% dan MAPE sebesar 10,91% (kategori baik). Namun demikian, parameter lag spasial (rho=0,240) tidak signifikan (p=0,307), sejalan dengan hasil uji Moran's I yang juga tidak signifikan (p=0,774), sehingga tidak ditemukan cukup bukti dependensi spasial kemiskinan yang kuat antarkabupaten yang saling bertetangga; variasi kemiskinan lebih banyak dijelaskan oleh karakteristik struktural (pengangguran dan IPM) dibandingkan faktor kedekatan lokasi semata.