Abstrak


Redesain Interior Basecamp KPJ dengan Konsep Human Centered-Design di Bulungan Blok M


Oleh :
Adrian Rico Ardana - C0822002 - Fak. Seni Rupa dan Desain

Kawasan Bulungan, Jakarta Selatan merupakan wilayah yang semarak dengan aktivitas masyarakat dan menjadi rumah bagi Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), komunitas seniman jalanan yang berdiri sejak tahun 1982 dan telah melahirkan sejumlah musisi ternama Indonesia seperti Iwan Fals dan Tony Q Rastafara. Meskipun memiliki nilai historis dan kultural yang kuat, kondisi fisik BaseCamp KPJ saat ini masih tertutup dan minim fasilitas, sehingga membatasi ruang ekspresi para pelaku kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior BaseCamp KPJ Bulungan agar dapat mengakomodasi kebutuhan pelaku kreatif, mendukung aktivitas seni, olahraga, dan apresiasi, serta mengoptimalkan tata ruang tanpa menghilangkan identitas lokal komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan Human-Centered Design, yaitu proses perancangan yang berangkat dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan, perilaku, dan pengalaman pengguna, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi terhadap dua lokasi sampel, yaitu Lokananta di Surakarta dan BaseCamp KPJ Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan zoning, grouping, organisasi ruang, dan sirkulasi radial-terpusat mampu menciptakan alur ruang yang lebih fungsional dan inklusif. Konsep visual Cultural Rhythm diterapkan untuk merepresentasikan denyut kreativitas dan dinamika budaya komunitas KPJ, dengan tetap mengutamakan karakter asli komunitas melalui material jujur seperti kayu finishing veneer dan elemen besi yang mencerminkan kesan raw, dipadukan dengan palet warna merah dan hitam sebagai identitas KPJ serta elemen estetik yang menghidupkan dinamika budaya. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi wadah kreatif yang representatif bagi komunitas KPJ, sekaligus berkontribusi pada pelestarian nilai sejarah dan pengembangan industri kreatif berbasis komunitas di kawasan Bulungan.