Abstrak


Metafora Konseptual Tentang Kesehatan Mental: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret


Oleh :
Eka Ririn Marantika - B0222028 - Fak. Ilmu Budaya

Eka Ririn Marantika. B0222028. 2026. Metafora Konseptual tentang Kesehatan Mental: Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.Mahasiswa menghadapi berbagai tuntutan akademik, sosial, dan personal yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan mental mereka. Kondisi tersebut kerap diungkapkan melalui bahasa metaforis yang merefleksikan cara mahasiswa mengonseptualisasikan pengalaman kesehatan mental. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis metafora konseptual serta skema citra yang melandasi metafora konseptual tentang kesehatan mental dalam tuturan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan semantik kognitif. Data dalam penelitian ini berupa ungkapan-ungkapan metaforis terkait kesehatan mental yang muncul dalam tuturan 119 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode padan berdasarkan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson (1980) serta skema citra Croft dan Cruse (2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora konseptual tentang kesehatan mental terdiri atas tiga jenis, yaitu metafora struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis. Metafora struktural membentuk tujuh konseptualisasi, yaitu kesehatan mental adalah bangunan, perjalanan, tanaman, permainan, makanan, mesin, dan perang. Metafora orientasional membentuk lima konseptualisasi, yaitu kesehatan mental adalah gelombang, luka, kebebasan, kebahagiaan, dan perjalanan. Sementara itu, metafora ontologis merupakan jenis yang paling dominan dengan membentuk enam belas konseptualisasi, yaitu kesehatan mental adalah manusia, alam, beban, cuaca, energi, kebahagiaan, kebebasan, kekosongan, kedamaian, kematian, kondisi, makanan, manusian, ruang, rumah, tanaman, dan warna. Dari ketiga jenis tersebut, metafora ontologis lebih banyak ditemukan untuk memahami pengalaman kesehatan mental mahasiswa. Hal ini, menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memahami kesehatan mental yang bersifat abstrak melalui entitas atau pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, metafora konseptual tersebut dibangun oleh enam jenis skema citra, yaitu space, scale, container, force, unity/multiplicity, dan existence. Di antara kedelapan jenis tersebut, skema citra container merupakan skema yang paling dominan karena mahasiswa lebih banyak memandang kesehatan mental sebagai suatu ruang atau wadah yang memiliki batas, isi, serta hubungan keluar-masuk. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konseptualisasi kesehatan mental berakar pada pengalaman konkret yang menjadi dasar pembentukan makna metaforis.