Abstrak


Efektivitas Program Peningkatan Penerbitan Akta Kelahiran Bagi Bayi Baru Lahir di Kabupaten Kebumen.


Oleh :
Nadia Azzaira Azmarani - V8022084 - Sekolah Vokasi

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tercapainya target nasional kepemilikan Akta Kelahiran sebesar 100% sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024, meskipun Kabupaten Kebumen telah mencapai angka 99% pada tahun 2022 dan 2023 melalui program inovasi bernama Balada Pak-Kis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program Balada Pak-Kis dalam peningkatan penerbitan Akta Kelahiran bagi bayi baru lahir di Kabupaten Kebumen serta menganalisis faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang diperoleh dari data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Balada Pak-Kis belum berjalan efektif jika ditinjau menggunakan teori efektivitas Budiani (2007) melalui empat indikator. Tiga indikator diantaranya telah berjalan efektif yaitu ketepatan sasaran program, tujuan program, dan pemantauan program, sedangkan indikator sosialisasi program belum berjalan efektif karena sebagian besar masyarakat penerima program tidak mengetahui keberadaan program ini dan hanya mengikuti instruksi petugas di fasilitas kesehatan. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program meliputi keterbatasan sumber daya manusia di unit pelaksanaan dinas, masih terdapatnya budaya sosio-kultural berupa tradisi puputan, serta keterbatasan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap program. Adapun faktor pendukung meliputi adanya kerja sama dengan 55 fasilitas kesehatan mitra yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen serta adanya mekanisme evaluasi yang berkelanjutan dan komprehensif. Penelitian ini memberikan gambaran teoritis bahwa teori efektivitas Budiani (2007) relevan digunakan untuk mengukur program layanan publik berbasis inovasi lintas sektor, khususnya dalam konteks administrasi kependudukan di daerah.