Abstrak


AKULTURASI BUDAYA TIONGHOA MINANGKABAU DALAM TRADISI PERNIKAHAN TIONGHOA PERANAKAN DI KOTA PADANG


Oleh :
Raisha Naiila Alfarish - B0622033 - Fak. Ilmu Budaya

Akulturasi budaya komunitas Tionghoa Peranakan dan masyarakat Minangkabau di Kota Padang membentuk ruang perjumpaan yang kompleks dan dinamis, terutama dalam praktik tradisi pernikahan yang memadukan unsur adat, simbol, dan nilai dari kedua kelompok etnis. Dalam konteks ini, pernikahan menjadi arena penting untuk menegosiasikan posisi subjek yang berada di antara dua dunia kultural, menata ulang hubungan sosial antara kelompok minoritas dan mayoritas, sekaligus meneguhkan keberlanjutan warisan leluhur dalam lingkungan yang didominasi adat Minangkabau. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen dan pustaka terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Milles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pernikahan komunitas Tionghoa Peranakan di Kota Padang memperlihatkan akulturasi yang kuat antara budaya Tionghoa dan Minangkabau dalam aspek prosesi, busana, bahasa, hidangan, simbol ritual, dan relasi kekerabatan. Dalam praktiknya, pernikahan tidak lagi menampilkan salah satu budaya secara tunggal, melainkan membentuk pola baru yang dihayati sebagai tradisi khas Tionghoa Peranakan Padang. Nilai penghormatan kepada leluhur, kebersamaan keluarga besar, dan simbol-simbol adat Tionghoa berpadu dengan adat, sopan santun, serta norma sosial Minangkabau, sehingga melahirkan bentuk pernikahan yang lentur dan adaptif. Proses ini menunjukkan bahwa akulturasi tidak hanya terjadi pada tataran tampilan luar, tetapi juga pada makna dan pemahaman yang dibangun oleh para pelaku. Dengan demikian, tradisi pernikahan tersebut menjadi ruang terbentuknya identitas kultural yang hibrid, sekaligus sarana menjaga kesinambungan identitas diaspora Tionghoa Peranakan dan memperkuat integrasi sosial antar etnis di Kota Padang.