Abstrak
Sustainable Livelihood Berperspektif Gender di Daerah Rawan Bencana Kekeringan Desa Surianeun Kabupaten Pandeglang Banten
Oleh :
Riska Mastufah - D0322108 - Fak. ISIP
Kekeringan kerap berdampak
pada ketersediaan sumber daya alam dan dapat memengaruhi strategi penghidupan
masyarakat, terutama pada rumah tangga yang penghidupannya bergantung pada alam
seperti sektor pertanian dan peternakan. Dampak tersebut tidak dialami setara
antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman
strategi penghidupan berkelanjutan berdasarkan peran gender pada masyarakat di
wilayah rawan kekeringan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang
melatarbelakangi perbedaan pengalaman strategi penghidupan berkelanjutan
tersebut. Penelitian dilakukan di Desa Surianeun Kabupaten Pandeglang dengan
menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Sumber data berasal dari
sumber primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta sumber
sekunder. Informan penelitian terdiri atas empat rumah tangga petani dan
peternak yang dipilih secara purposive. Analisis penelitian memanfaatkan
Kerangka Ruang Hidup dan Penghidupan Berperspektif Gender yang kemudian
ditinjau melalui Teori Strukturasi Anthony Giddens dan diperkuat dengan
analisis dari konsep Feminist political ecology. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa laki-laki melakukan tiga pendekatan strategi penghidupan yang
berupa strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, strategi diversifikasi
berupa beternak, bekerja sebagai buruh harian lepas, memanfaatkan jaringan
sosial, dan bermigrasi. Sedangkan strategi yang akses dan kontrolnya penuh
dimiliki perempuan adalah strategi diversifikasi berupa berternak skala kecil
dan usaha pembuatan ikan asin. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh tiga
faktor utama yakni perbedaan akses dan kontrol terhadap sumber penghidupan,
norma dan budaya patriarki, beban reproduktif pada perempuan, dan faktor
struktural di masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa strategi penghidupan
masyarakat Desa Surianeun merupakan hasil hubungan timbal balik antara struktur
dan agensi dengan struktur sosial berbasis gender membatasi sekaligus membentuk
pilihan strategi penghidupan laki-laki dan perempuan. Perspektif feminist
political ecology menunjukkan struktur sosial berbasis gender tersebut
memengaruhi akses, kontrol, serta hak dan tanggung jawab terhadap sumber daya
penghidupan yang menyebbakan perempuan memiliki ruang yang lebih terbatas.