Abstrak


ANALISIS DIMENSI PILIHAN RASIONAL GENERASI Z DALAM KEPUTUSAN MENUNDA MENIKAH (WAITHOOD) TERHADAP PENURUNAN ANGKA PERNIKAHAN DI KOTA SURAKARTA


Oleh :
Hanifah Nur Isaini - V8022054 - Sekolah Vokasi

Penurunan angka pernikahan merupakan fenomena yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Surakarta yang mencatat angka pernikahan terendah di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, sebanyak 76% Generasi Z di Kota Surakarta berstatus belum kawin. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan fenomena waithood, yaitu keputusan Generasi Z untuk menunda pernikahan hingga melewati usia ideal atau norma sosial yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pilihan rasional dalam keputusan menunda pernikahan antara Generasi Z laki-laki dan perempuan di Kota Surakarta menggunakan Teori Pilihan Rasional James S. Coleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann Whitney U dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi aktor (Sig. = 0,018), sedangkan pada dimensi sumber daya tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (Sig. = 0,123). Perbedaan pada dimensi aktor terutama terlihat pada indikator persepsi risiko dan perencanaan masa depan, di mana kelompok perempuan memperoleh skor yang lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki. Namun, kedua kelompok sama-sama menunjukkan kecenderungan yang tinggi dalam mengoptimalkan tujuan pribadi, seperti karier, stabilitas hidup, dan pendidikan. Pada dimensi sumber daya, laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan yang relatif serupa dalam mempertimbangkan kesiapan finansial, pekerjaan, pendidikan, dan ketersediaan sumber daya sebagai dasar dalam mempersiapkan pernikahan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan menunda pernikahan bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor eksternal, melainkan merupakan pilihan sadar yang didasarkan pada pertimbangan rasional terhadap tujuan hidup yang ingin dicapai serta kesiapan sumber daya sebelum memasuki kehidupan pernikahan.