Abstrak


ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK, TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA, DAN RATA-RATA LAMA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA


Oleh :
Abed Nego Simaremare - V8022001 - Sekolah Vokasi

Kemiskinan merupakan persoalan multidimensional yang dihadapi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara kemiskinan masih menjadi fokus permasalahan dilihat dari adanya kesenjangan antara wilayah yang tinggi. Pada tahun 2025, jumlah penduduk miskin Sumatera Utara mencapai 1.140,25 ribu jiwa (tertinggi di Pulau Sumatera), dengan tingkat kemiskinan 7,36%, sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan nasional sebesar 8,25%. Kesenjangan antarwilayah tetap tinggi, dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Kabupaten Nias Barat (22,47%) dan terendah di Kabupaten Deli Serdang (3,11%). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan penduduk, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), dan rata-rata lama sekolah (RLS) terhadap kemiskinan pada 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, menggunakan data sekunder BPS periode 2020–2025 yang dianalisis dengan regresi data panel. Random Effect Model (REM) terpilih sebagai model terbaik, diestimasi dengan Newey-West/HAC Standard Error, dengan kemampuan menjelaskan variasi kemiskinan sebesar 57,26%. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara parsial, pertumbuhan penduduk dan RLS berpengaruh negatif signifikan, sedangkan TPAK tidak signifikan. Sebagai saran praktis, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Sumatera Utara perlu memprioritaskan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan, termasuk perluasan beasiswa dan penurunan angka putus sekolah, sebagai salah satu strategi efektif menekan kemiskinan di wilayah ini.